Emdeki Utama (MDKI) Ubah Peruntukan Dana IPO

Emiten produsen kalsium karbit PT Emdeki Utama Tbk. akan mengubah sejumlah peruntukan dana hasil penawaran umum saham perdana (IPO), berdasarkan hasil persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan perseroan.
Dara Aziliya | 17 Mei 2018 13:47 WIB
Direktur Utama PT Emdeki Utama Tbk Hiskak Secakusuma (tengah) bersama manajemen dan Direktur PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Alpino Kianjaya (kanan) melakukan pemencetan tombol, sebagai tanda pencatatan perdana saham perseroan, di BEI , Jakarta, Senin (25/9). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten produsen kalsium karbit PT Emdeki Utama Tbk. akan mengubah sejumlah peruntukan dana hasil penawaran umum saham perdana (IPO), berdasarkan hasil persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan perseroan.

Dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan Emdeki Utama, perseroan melaporkan penggunaan dana hasil penawaran umum saham (IPO) baru mencapai Rp22,32 miliar atau baru 12,7% dari total perolehan dana sebesar Rp175,29 setelah dikurangi biaya emisi dalam rangka pelaksanaan IPO.

“Dana sebesar Rp22,23 miliar tersebut kami gunakan untuk modal kerja produksi kalsium karbida. Hasil dana penawaran umum yang masih belum digunakan perseroan dikarenakan adanya rencana perubahan lokasi industri untuk proyek carbide desulphuriser dari Gresik ke Cilegon,” ungkap manajemen, Kamis (17/5).

Adapun, berdasarkan prospektus awal perseroan, rencana penggunaan dana IPO yaitu pertama, pembangunan pabrik ferro silica yang aan menggunakan 48,96% dana IPO atau sebesar Rp85,82 miliar.

Kedua, pembangunan pabrik carbide desulphuriser sekitar 24,95% dari dana IPO atau Rp43,73 miliar. Ketiga, modal kerja pabrik ferro silica dan carbide desulphuriser sekitar 13,41% dari dana IPO atau Rp23,51 miliar, dan terakhir, modal kerja untuk produksi kalsium karbida sekitar 12,68% dari dana IPO atau Rp22,23 miliar.

Dari hasil RUPS perseroan, pemegang saham merestui untuk mengubah penggunaaan dana hasil IPO untuk pemindahan lokasi pabrik carbide desulphure dari Gresik ke Cilegon. Adapun, proyek ferro silica akan ditunda sampai kondisi ekonomi yang memberikan iklim persaingan sehat dengan kompetitor.

Sementara itu, MDKI memutuskan pembagian dividen untuk tahun buku 2017 sebesar Rp30,72 miliar. Tanggal pembayaran dividen ditetapkan pada 4 Juni 2018.

Nilai tersebut setara dengan pembayaran dividen Rp17 per saham. Hasil RUPS memutuskan perseroan akan menyisihkan dana cadangan wajib sebesar Rp4,46 miliar. Nilai tersebut setara dengan 10% dari laba bersih perseroan.

MDKI juga menetapkan sisa laba bersih sebesar Rp9,45 miliar atau setara dengan 21,17% dari laba bersih akan dicatatkan sebagai laba ditahan.

Tag : emdeki utama
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top