Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

AKSI EMITEN 11 MEI: Berikut Pemaparan 6 Saham

Waterfront Securities Indonesia memaparkan aksi sejumlah emiten.
Siluet karyawan melintas di dekat logo IDX Indonesia Stock Exchange, di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Rabu (13/9)./JIBI-Dwi Prasetya
Siluet karyawan melintas di dekat logo IDX Indonesia Stock Exchange, di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Rabu (13/9)./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA— Waterfront Securities Indonesia memaparkan aksi sejumlah emiten.

Octavianus Marbun, Waterfront Securities Indonesia seperti dikutip dari risetnya memaparkan enam aksi emiten, yaitu:

  • Anak Usaha DYAN Jual Saham Sima Graha Utama

PT Dyandra Media Internasional Tbk (DYAN) melalui anak usahanya yang bergerak di bidang perhotelan PT Graha Multi Utama (GMU) pada 9 Mei 2018 telah melakukan penjualan sebanyak 91.380 saham di PT Sima Graha Utama. Penjualan dilakukan kepada PT Sahari Multi Investama (SMI) senilai Rp91.380.000.000. Transaksi penjualan ini telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham GMU berdasarkan RUPS Luar Biasa pada 3 Mei 2018. SMI selaku pembeli bukan pihak terafiliasi dengan perusahaan. Penjualan saham ini bertujuan untuk merestrukturisasi dan alokasi aset perseroan pada entitas anak. Dana hasil penjualan saham akan digunakan untuk mengurangi utang dan menambah modal kerja perseroan.

  • Biaya Eksplorasi INCO Bulan April US$784.000

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menghabiskan biaya sebesar US$784.046 untuk kegiatan eksplorasi bulan April yang masih difokuskan pada daerah-daerah dalam kontrak karya. Daerah eksplorasi dilakukan di Blok Sorowako-Petea dan Sorowako Outer Area di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan dan Blok Bahodopi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Eksplorasi dilakukan perseroan bersama dengan pihak ketiga yang melibatkan empat kontraktor. Hasil pengujian dalam proses penghitungan sumberdaya dan cadangan dengan metode block modeling di Sorowako.

  • Anak Usaha BSDE Telah Terbitkan Obligasi US$50 Juta

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) melalui Global Prime Capital Pte Ltd, anak perusahaan yang seluruhnya dimiliki perseroan yang didirikan berdasarkan hukum Singapura telah menyelesaikan transaksi penerbitan obligasi senior berdenominasi dolar AS. Obligasi tersebut berjumlah pokok US$50 juta dengan bunga 7,25% dan jatuh tempo pada 2021 yang merupakan satu kesatuan dan memiliki peringkat pari passu dengan obligasi senior dengan jumlah pokok US$250 juta dengan bunga 7,25% dan jatuh tempo 2021 yang telah diterbitkan 26 April 2018. Dana bersih yang diperoleh dari penerbitan surat utang baru ini akan disalurkan ke anak usaha perseroan GPT dan selanjutnya akan disalurkan perseroan untuk pembiayaan kembali utang-utang yang ada dan sisanya untuk belanja modal.

  • Kuartal I Laba Bersih SMGR Turun 44,8%

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mengalami penurunan laba periode berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 44,8% hingga 31 Maret 2018 menjadi Rp411,53 miliar dibandingkan laba periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp746,52 miliar. Pendapatan naik 3,44% menjadi Rp6,61 triliun dari Rp6,39 triliun namun kenaikan beban pokok pendapatan menjadi Rp4,90 triliun dari Rp4,45 triliun membuat laba kotor turun menjadi Rp1,71 triliun dari Rp1,94 triliun. Laba sebelum pajak penghasilan turun menjadi Rp560,20 miliar dari Rp875,54 miliar.

  • KBLM Akan Bagi Dividen Rp10/saham

RUPST PT Kabelindo Murni Tbk (KBLM) sepakat untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp10 per saham. Pada tahun 2017, KBLM membukukan pendapatan sebesar Rp1,2 triliun. Pencapaian ini meningkat 21,5% dibandingkan pendapatan 2016 sebesar Rp 987,4 miliar. Pada sisi laba bersih, KBLM membukukan laba senilai Rp 44 miliar atau naik Rp 22,8 miliar dibandingkan tahun 2016. Nilai dividen tahun buku 2017 naik dua kali lipat dibandingkan dengan dividen tahun 2016 senilai Rp 5 per saham.

  • PTSP Berencana Buka 30 Gerai Baru Tahun Ini

PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) optimis kinerja perusahaan pada tahun ini akan melaju. Untuk mencapai itu, pengelola gerai CFC, Oriental Sapo dan Cal Donat tersebut akan melakukan ekspansi lebih kencang lagi. PTSP tahun ini akan membuka 30 gerai baru dan merenovasi 15 gerai lama. Perusahaan mengalokasikan dana belanja modal Rp30 miliar pada tahun ini untuk memuluskan rencana ekspansi tersebut. Untuk 30 gerai baru itu mayoritas perseroan akan buka gerai CFC

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper