Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Batu Bara Rebound Hampir 1%

Harga batu bara berhasil membukukan rebound pada akhir perdagangan Selasa (27/3/2018), mematahkan rentetan pelemahan empat sesi berturut-turut sebelumnya.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 28 Maret 2018  |  08:07 WIB
Pekerja berjalan di atas timbunan batu bara, di Asam-asam, Kalimantan Selatan. - Bloomberg/Dadang Tri
Pekerja berjalan di atas timbunan batu bara, di Asam-asam, Kalimantan Selatan. - Bloomberg/Dadang Tri

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara berhasil membukukan rebound pada akhir perdagangan Selasa (27/3/2018), mematahkan rentetan pelemahan empat sesi berturut-turut sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa, harga batu bara untuk kontrak Januari 2019 rebound dengan berakhir menguat 0,92% atau 0,70 poin di US$77,10/metrik ton.

Harga batu bara kontrak Januari 2019 sebelumnya telah tertekan selama empat hari perdagangan berturut-turut, sejak ditutup turun 0,32% atau 0,25 poin di posisi 78,25 pada perdagangan Rabu (21/3).

“Harga batu bara mungkin tetap pada level yang relatif tinggi tahun ini saat beberapa kapasitas lanjutan membutuhkan waktu untuk online,” ujar Li Wei, wakil ketua Yanzhou Coal Mining Co. dalam suatu kesempatan pada Senin (26/3), seperti dikutip Bloomberg.

Berbanding terbalik dengan batu hitam, harga minyak mentah berakhir melemah pada perdagangan Selasa (27/3/2018), terbebani kekhawatiran akan lonjakan persediaan minyak mentah Amerika.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei 2018 berakhir turun 30 sen di US$65,25 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Mei 2018 turun 1 sen dan ditutup di US$70,11 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Dilansir Bloomberg, kekhawatiran tentang ketegangan di Timur Tengah telah mengangkat minyak mentah mendekati level tertinggi sejak Januari pada pekan lalu.

Akan tetapi antisipasi kenaikan jumlah persediaan di AS tetap menahan harga menjelang rilis laporan pemerintah pada hari Rabu.

Stok minyak mentah AS diperkirakan naik untuk keempat kalinya dalam lima pekan, dengan bertambah sebesar 850.000 barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg.

Harga minyak semakin melemah pagi ini, Rabu (28/3), menyusul rilis data American Petroleum Institute (API) yang melaporkan lonjakan jumlah persediaan sebesar 5,32 juta barel, jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan.

Badan energi AS, Energy Information Administration, akan mengungkapkan data mingguannya pada hari ini waktu setempat.

“Ini cukup memperlambat momentum untuk membukukan level tertinggi baru saat ini,” kata Phil Flynn, analis pasar senior di Price Futures Group. “Data persediaan pekan ini akan menjadi penting untuk sentimen pasar.”

Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2019 di bursa Rotterdam

Tanggal                                    

US$/MT

27 Maret

77,10

(+0,92%)

26 Maret

76,40

(-0,59%)

23 Maret

76,85

(-0,84%)

22 Maret

77,50          

(-0,96%)

21 Maret

78,25

(-0,32%)

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga batu bara
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top