Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Semen Baturaja (SMBR) Incar Pertumbuhan Laba 44%

Direktur Utama Semen Baturaja Rahmad Pribadi memproyeksikan EBITDA pada tahun ini bisa mencapai Rp671 miliar. Proyeksi pertumbuhan laba yang tinggi tersebut sejalan dengan proyeksi penjualan.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 28 Februari 2018  |  20:21 WIB
Semen Baturaja (SMBR) Incar Pertumbuhan Laba 44%
Kendaraan semen curah milik SMBR - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten semen, PT Semen Baturaja Tbk. (Persero) memproyeksikan pertumbuhan laba bersih sepanjang 2018 bisa mencapai Rp211 miliar, atau tumbuh 44% secara tahunan.

Direktur Utama Semen Baturaja Rahmad Pribadi memproyeksikan earning before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) pada tahun ini bisa mencapai Rp671 miliar. Proyeksi pertumbuhan laba yang tinggi tersebut sejalan dengan proyeksi penjualan.

Hingga akhir 2018, kata Rahmad, target penjualan sekitar 54% menjadi 2,75 juta ton dengan target pendapatan naik 66% menjadi Rp2,57 triliun hingga ujung tahun ini. Sebagai pembanding, pada 2017, perseroan berhasil membukukan pendapatan senilai Rp1,55 triliun tumbuh tipis 1,9% dari posisi Rp1,52 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Target laba bersih tahun ini Rp211 miliar, naik 44%. Kalau target pertumbuhan penjualan dan pendapatan masing-masing 54% dan 66% hingga akhir tahun ini,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (28/2/2018).

Hingga akhir 2018, emiten bersandi saham SMBR ini memproyeksikan volume penjualan menjadi 2,75 juta ton. Dalam laporan keuangan tahunan 2017, penjualan semen SMBR tumbuh dari 2015 hingga 2017. Adapun volume penjualan tiap tahunnya pada 2015, 2016 dan 2017 masing-masing 1,53 juta ton (2015), 1,63 juta ton, dan 1,76 juta ton.

Secara nasional, kelebihan pasokan memang terjadi, akan tetapi untuk segmen pangsa pasarnya di wilayah Sumatra Selatan hal itu tidak terjadi. Dia mengatakan, wilayah Sumatra bagian Selatan (Sumbagsel) mengalami kekurangan pasokan.

Menurutnya, Jambi, Sumatra Selatan, dan Bengkulu memiliki pemintaan semen hingga 6,5 juta ton per tahun, atau mencatatkan pertumbuhan tertinggi dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Pangsa pasar Sumbagsel masih empuk mengingat kapasita produksi SMBR masih 3,85 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semen baturaja
Editor : Fajar Sidik
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top