Semen Baturaja (SMBR) Bagi Dividen Rp36,7 Miliar

Direktur Utama Semen Baturaja, Rahmad Pribadi mengatakan, pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas sebanyak 75,57%, akan menerima dividen senilai Rp27,68 miliar, sedangkan pemegang saham publik menguasai 24,43% atau menerima Rp8,94 miliar. Lalu, sisa laba senilai Rp110 miliar akan digunakan untuk laba ditahan.
Novita Sari Simamora | 28 Februari 2018 19:43 WIB
Kendaraan semen curah milik SMBR - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten semen, PT Semen Baturaja Tbk. menyetujui pembagian dividen senilai Rp36,7 miliar, dengan dividen payout ratio senilai 25%, dari total laba bersih 2017 senilai Rp146,6 miliar.

Direktur Utama Semen Baturaja, Rahmad Pribadi mengatakan, pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas sebanyak 75,57%, akan menerima dividen senilai Rp27,68 miliar, sedangkan pemegang saham publik menguasai 24,43% atau menerima Rp8,94 miliar. Lalu, sisa laba senilai Rp110 miliar akan digunakan untuk laba ditahan.

“Kami menyetujui pembagian dividen kepada pemegang saham,” ungkapnya usai rapat umum pemegang saham tahunan, Rabu (28/2/2018).

Emiten bersandi saham SMBR berhasil membukukan pendapatan senilai Rp1,55 triliun pada 2017, atau tumbuh 1,9% dari posisi Rp1,52 triliun pada periode yang sama tahun tahun sebelumnya. Pada 2017, volume penjualan semen SMBR mencapai 1,76 juta ton, tumbuh 8% year on year.

Dari total volume penjualan semen tersebut, terdapat sebanyak 78.542 ton yang tidak dibukukan sebagai pendapatan yang merupakan trial production dari Pabrik Baturaja II selama periode Juni-Agustus 2017, sebelum komersialisasi pabrik pada 1 September 2017.

Pabrik Baturaja II merupakan pabrik semen terintegrasi kedua yang dimiliki SMBR dengan kapasitas produksi sebesar 1,85 juta ton per tahun, sehingga total kapasitas produksi semen yang dimiliki SMBR sebesar 3,85 juta ton per tahun.

Seiring beroperasinya pabrik baru, SMBR akan melakukan pemasaran berkelanjutan di wilayah Sumatra bagian Selatan. Pasar utama perseroan, SMBR membukukan volume penjualandi Sumatra Selatan sebanyak 1,16 juta ton semen, tumbuh 2,7% dibandingkan 2016.

Sementara itu, untuk volume penjualan di Lampung, Semen Baturaja membukukan kenaikan penjualan hingga 11,3% menjadi 472.812 ton. Untuk wilayah pasar sekunder, perseroan membukukan kenaikan penjualan di Jambi hingga 79,3% menjadi 90.152 ton dan Bengkulu sebesar 36,6% menjadi 36.897 ton.

Selain itu, SMBR juga mulai masuk dan membuka wilayah pasar di Bangka Belitung sejak September 2017 sebesar 2.195 ton sampai akhir 2017.

Tag : semen baturaja
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top