Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bursa Asia Kembali 'Berdarah', IHSG Ditutup Melemah

IHSG ditutup melemah 0,6% atau 39,11 poin ke level 6.505,52, setelah dibuka dengan pelemahan 0,82% atau 53,35 poin ke posisi 6.491,29.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 09 Februari 2018  |  16:45 WIB
Karyawan berada di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (23/1). - JIBI/Abdullah Azzam
Karyawan berada di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (23/1). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan berbalik melemah pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (9/2/2018), menyusul pelemahan bursa saham regional dan global.

IHSG ditutup melemah 0,6% atau 39,11 poin ke level 6.505,52, setelah dibuka dengan pelemahan 0,82% atau 53,35 poin ke posisi 6.491,29.

Adapun pada perdagangan Kamis (8/2), IHSG ditutup menguat 0,15% atau 9,76 poin di posisi 6.544,63. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.460,64– 6.505,52.

Dari 571 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 101 saham menguat, 268 saham melemah, dan 202 saham stagnan.

Berdasarkan data Bloomberg, delapan dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona merah, didorong oleh sektor tambang yang merosot 2,48%, disusul sektor aneka industri yang turun 1,76%. Adapun hanya sektor industri dasar yang menguat 1,83%.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 ditutup melemah 0,85% atau 5,04 poin ke level 589,22, setelah pada perdagangan Kamis (8/2) ditutup menguat 0,17% di posisi 594,26.

IHSG mengekor pelemahan bursa saham Asia dan global setelah bursa saham Amerika Serikat kembali mengalami penurunan besar pada penutupan perdagangan Kamis (8/2) di tengah kekhawatiran kenaikan imbal hasil obligasi.

"Tahap koreksi di pasar saham bisa bertahan sepanjang Februari dan mungkin sampai bulan Maret," kata Masahiro Ichikawa, analis senior di Sumitomo Mitsui Asset Management, seperti dikutip Reuters, Jumat (9/2/2018).

"Kenaikan imbal hasil AS jangka panjang akan menyesuaikan agar fase koreksi berakhir. Lonjakan volatilitas juga mendorong investor untuk menjual aset berisiko, sehingga memberi makin meningkatkan volatilitas,” lanjutnya.

Pasar A.S. tetap menjadi pusat aksi jual global, dengan indeks Dow Jones merosot 4,1% ke level 23.860,46, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 tenggelam 3,7% pada perdagangan Kamis.

Di Asia Tenggara, indeks FTSE Straits Time Singapura melemah 1,12%, indeks SE Thailand turun 0,05%, indeks FTSE Malaysia KLCI melemah 1,07%, sedangkan indeks PSEi Filipina melemah 1,64%.

Di negara Asia lainnya, indeks Topix Jepang ditutup melemah 1,91%, sedangkan indeks Nikkei 225 ditutup turun 2,32%. Adapun indeks Hang Seng dan Shanghai Composite masing-masing melemah 3,1% dan 4,05%.

 

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

ASII

-2,09

TLKM

-1,74

HMSP

-0,82

GGRM

-2,35

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

TPIA

+12,66

UNVR

+1,89

INTP

+3,07

BMRI

+0,61

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top