Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Belum Penuhi Free Float, Golden Energy (GEMS) Masih Berkomitmen Jadi Perusahaan Terbuka

PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) menyatakan masih berkomitmen sebagai perusahaan terbuka, meskipun hingga saat ini perusahaan belum memenuhi aturan free float yang diwajibkan oleh Bursa Efek Indonesia.
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 25 Januari 2018  |  19:15 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) menyatakan masih berkomitmen sebagai perusahaan terbuka, meskipun hingga saat ini perusahaan belum memenuhi aturan free float yang diwajibkan oleh Bursa Efek Indonesia.

Corporate Secretary PT Golden Energy Mines Tbk. Sudin mengungkapkan perseroan masih berkomitmen untuk menjadi perusahaan terbuka. Apalagi, induk perusahaan yakni Golden Energy and Resources Limited (GEAR) juga merupakan perusahaan terbuka yang tercatat di Bursa Efek Singapura.

"GEMS masih berkomitmen untuk menjadi perusahaan terbuka," katanya saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (25/1/2018).

Oleh karena itu, dia berpendapat bahwa perseroan tidak akan seperti PT Berau Coal Energy yang telah memilih untuk menjadi perusahaan tertutup pasca-delisting. Pasalnya, Berau yang saat itu berkode saham BRAU telah di-suspend oleh Bursa Efek Indonesia lebih dari 24 bulan.

Meskipun, dia mengungkapkan jika saat ini perseroan masih menunggu keputusan dsri Bursa Efek Indonesia terkait suspensi saham GEMS. Bursa Efek Indonesia, lanjutnya, telah mengingatkan agar perseroan memenuhi aturan free float pada akhir Desember 2017.

Pada pertengahan Januari 2018, Company Secretary Golden Energy and Resource Limited (GEAR) Pauline Lee mengungkapkan kepemilikan saham publik di GEMS masih di level 3% dan belum memenuhi aturan Bursa Efek Indonesia yang mengharuskan perusahaan melepas sebanyak 7,5% saham ke publik.

“Kami bermaksud untuk mengeksplorasi segala kemungkinan yang ada untuk GEMS agar memenuhi persyaratan yang diwajibkan oleh Bursa Efek Indonesia,” katanya.

Dia memperkirakan perdagangan saham GEMS akan disuspensi sebelum akhir Februari 2018. Padahal, GEAR mengoperasikan seluruh bisnis pertambangan batu bara melalui GEMS. Namun demikian, suspensi perdagangan saham GEMS dinilai tidak akan merugikan operasi pertambangan.

“Kami percaya suspensi saham GEMS tidak akan berdampak secara material dan merugikan operasi pertambangan batu bara kami,” ujarnya.

Adapun, saat ini sebanyak 67% saham GEMS dimiliki oleh Golden Energy and Resources Limited. Sebanyak 30% saham GEMS dimiliki oleh GMR Coal Resources Pte Ltd. Sisanya, sebanyak 3% dipegang oleh publik.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

golden energy
Editor : Riendy Astria

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top