Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia AirAsia Melantai di Bursa

Afiliasi AirAsia di Indonesia, PT Indonesia AirAsia (IAA), secara resmi menjadi entitas anak PT AirAsia Indonesia Tbk.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 02 Januari 2018  |  00:31 WIB
Pesawat AirAsia (kanan) diparkir di landasan pacu Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali. - Antara/Wira Suryantala
Pesawat AirAsia (kanan) diparkir di landasan pacu Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali. - Antara/Wira Suryantala

Bisnis.com, JAKARTA - Afiliasi AirAsia di Indonesia, PT Indonesia AirAsia (IAA), secara resmi menjadi entitas anak PT AirAsia Indonesia Tbk.

Adapun PT AirAsia Indonesia Tbk (AAID), yang sebelumnya PT Rimau Multi Putra Pratama Tbk (RMPP), adalah perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perubahan nama dari RMPP menjadi AAID telah disetujui oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada Jumat, 29 Desember 2017.

Sebagai bagian dari upaya korporasi, terdapat perubahan pada susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yang telah disetujui pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada 21 Desember 2017.

RUPSLB telah menunjuk Pin Harris sebagai Komisaris Utama, Datuk Kamarudin Meranun sebagai Komisaris, dan Agus Toni Soetirto sebagai Komisaris Independen, juga Dendy Kurniawan sebagai Presiden Direktur dan Dinesh Kumar sebagai Direktur Independen.

Aksi korporasi ini diselesaikan menyusul penerbitan saham melalui pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue oleh RMPP.

Pemegang saham IAA, PT Fersindo Nusaperkasa (FN) dan AirAsia Investment Ltd (AAIL) berperan sebagai pembeli siaga dari rights issue yang membeli saham baru tersebut.

Pin Harris mengatakan tujuan utama dari upaya korporasi ini adalah agar PT Indonesia AirAsia dapat mengambil manfaat dari peningkatan tata kelola, transparansi serta akuntabilitas yang lebih baik dengan menjadi entitas anak sebuah perusahaan yang sudah melantai di bursa efek.

"Saya percaya praktik tata kelola perusahaan yang baik akan membuahkan kinerja serta pelayanan yang lebih baik bagi pelanggan kami, memperkuat posisi kami sebagai maskapai berbiaya hemat terdepan untuk pangsa pasar internasional," jelas Pin Harris melalui siaran pers.

CEO Grup AirAsia, Tan Sri Tony Fernandes, mengatakan aksi korporasi ini akan semakin mendekatkan perusahaan dengan visi One AirAsia. Dia berencana untuk mencatatkan di bursa seluruh unit bisnis di Asean.

Rencana ini dimulai dari AirAsia Malaysia yang telah melantai di bursa sejak 2004, disusul oleh AirAsia Thailand pada 2012 dan sekarang sudah dekat untuk mendirikan maskapai Asean yang sesungguhnya dengan tercatatnya AirAsia Indonesia di Bursa Efek Indonesia, yang selanjutnya akan disusul oleh AirAsia Philippines.

“Banyak analis yang meragukan performa AirAsia Indonesia. Saya sangat bangga dengan keberhasilan kami memperbaiki kinerja di Indonesia dan kontribusi AirAsia di sektor pariwisata di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Masa depan yang cerah menanti AirAsia Indonesia," kata Tony Fernandes.

Direktur Utama PT Indonesia AirAsia, Dendy Kurniawan, menyampaikan terima kasih kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas diterbitkannya pernyataan efektif dan juga Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia atas persetujuannya terhadap aksi korporasi ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

airasia indonesia
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top