Jababeka (KIJA) Targetkan 50 Tenant Tempati Kawasan Industri Kendal

Emiten lahan industri, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. (KIJA) mengincar, sekurangnya 50 penyewa untuk menempati Kawasan Industri Kendal pada tahun depan.
Novita Sari Simamora | 20 Desember 2017 21:30 WIB
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (kedua kiri) mengamati maket Kawasan Industri Kendal (KIK) menjelang peresmiannya, di Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Senin (14/11). - Antara/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA--Emiten lahan industri, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. (KIJA) mengincar, sekurangnya 50 penyewa untuk menempati Kawasan Industri Kendal pada tahun depan.

Direktur Pengembangan Bisnis Jababeka Hyanto Wihadhi menuturkan, hingga saat ini telah komitmen dari 37 investor untuk menempati tenant yang berada di Kawasan Industri Kendal. Dari 37 tenant tersebut, sambung Hyanto, sebanyak 2 tenant telah beroperasi di Kawasan Kendal.

"Target tahun depan, sekitar 50 tenant di Kendal. Kalau sekarang masih 37 tenant," ungkapnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (20/12/2017).

Dalam laporan keuangan September 2017, entitas anak KIJA yakni PT Kawasan Industri Kendal (KIK) memiliki aset senilai Rp1,49 triliun, tumbuh 20,1% dari posisi Rp1,24 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun luas tanah untuk mengembangan di Kendal mencapai 581 ha atau senilai Rp1,34 triliun.

Selain itu, emiten bersandi saham KIJA ini juga memiliki tanah untuk pengembangan di daerah Pandeglang, Cikarang dan Morotai masing-masing seluas 1.541 ha, 1.062 ha dan 29 ha, masing-masing senilai Rp1,53 triliun, Rp2,14 triliun dan Rp7,08 miliar.

Hingga September 2017, total belanja modal yang telah dikeluarkan oleh KIJA mencapai Rp1 triliun, naik sekitar Rp219 miliar atau tumbuh 28% dari posisi Rp781,63 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun nilai penjualan dan pendapatan jasa yang dibukukan oleh KIJA hingga September 2017 mencapai Rp2,32 triliun, tumbuh 20,2% dari posisi Rp1,93 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencatatkan penurunan.

Laba yang diatribusikan KIJA kepada pemilik entitas induk per Septembe r2017 mencapai Rp129,61 miliar, turun 63,6% dari posisi Rp356,34 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Hingga saat ini, investor yang telah berkomitmen masuk ke Kawasan Industri Kendal berasal dari sektor furniture, makanan dan minuman serta suku cadang. Sekretaris Perusahaan Jababeka Muljadi Suganda mengungkapkan saat ini jumlah lahan yang telah dijual sebanyak 50 ha dari 1.000 ha yang akan dibangun pada tahap pertama.

Hyanto menambahkan, Kendal memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan industri. Menurutnya, Kendal merupakan kawasan yang terintegrasi dan lengkap. Dia mengungkapkan, bila pemerintah siap untuk mendukung Kendal menjadi pusat industri otomotif maka perseroan sangat siap.

Seperti diketahui, Kendal terintegrasi dengan Pelabuhan Kendal, karena masih satu kompleks dengan Kawasan Kendal, atau memiliki jarak ke Pelabuhan Tanjung Emas sekitar 20 km.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jababeka, kawasan industri

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top