OPEC Optimistis Akhir 2018 Pasar Minyak Seimbang

Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) memperkirakan pasar minyak dunia akan kembali seimbang pada akhir 2018 lantaran optimisme adanya kepatuhan dari kesepakatan dengan produsen lain untuk mengurangi kelebihan produksi minyak, sekalipun saat AS dan produsen lainnya di luar kelompok memompa lebih banyak minyak mentah.
Eva Rianti | 14 Desember 2017 13:27 WIB
Ilustrasi - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA – Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) memperkirakan pasar minyak dunia akan kembali seimbang pada akhir 2018 lantaran optimisme adanya kepatuhan dari kesepakatan dengan produsen lain untuk mengurangi kelebihan produksi minyak, sekalipun saat AS dan produsen lainnya di luar kelompok memompa lebih banyak minyak mentah.

Dalam laporan bulannya, OPEC memangkas perkiraan permintaan minyak mentah global pada 2018 sebanyak 270.000 barel per hari (bpd) menjadi 33,15 juta bpd. Sebagian dikarenakan pasokan AS yang lebih tinggi.

Namun, kelompok produsen minyak yang berjumlah 14 negara tersebut mengatakan bahwa ouput minyaknya pada November 2017 berada di bawah perkiraan permintaan 2018 sebesar 32,45 juta bpd, atau turun 133.000 bpd dari Oktober 2017.

Laporan tersebut menyusul keputusan 30 November 2017 lalu untuk memperpanjang pemangkasan produksi minyak hingga akhir 2018.

“Hal ini akan menyebabkan penurunan lebih lanjut dalam persediaan global yang berlebihan, sampai pasar benar-benar seimbang pada akhir 2018,” kata OPEC dalam laporan.

Harga minyak melanjutkan rally setelah laporan ini dirilis hingga mendekati US$64 per barel, atau level tertinggi sejak 2015, didukung oleh usaha yang dipimpin OPEC dan penutupan pipa minyak Inggris yang tidak terencana.

Terpantau, pada perdagangan Kamis (14/12) pukul 09.02 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,19 poin atau 0,34% menjadi US$56,79 per barel di New York Merchantile Exchange.

Sementara itu, harga minyak Brent naik 0,35 poin atau 0,56% menuju US$62,79 per barel di ICE Futures Europe yang berbasis di London.

OPEC menambahkan adanya kelebihan pasokan yang berkurang, yaitu persediaan di negara maju yang turun 37 juta bpd pada Oktober menjadi 2,95 juta bpd, atau 137 juta bpd di atas rata-rata lima tahun.

“Kepatuhan anggota OPEC terhadap langkah pemangkasan produksi telah meningkat menjadi 121%, angka ini lebih tinggi dari Oktober yang masih 100%,” menurut perhitungan Reuters.

UEA misalnya, telah mengatakan bahwa pihaknya mengurangi produksi sebesar 500.000 bpd. Perbaikan kepatuhan terjadi saat negara tersebut bersiap untuk mengambil alih tahta presiden OPEC pada tahun depan.

Adapun pengekspor teratas Arab Saudi mengungkapkan penurunan sebesar 165.000 bpd, mengambil ouput lebih jauh di bawah target OPEC. Sementara Venezuela dengan terjadinya krisis ekonomi melaporkan penurunan output sebesar 118.000 bpd.

“Jika OPEC terus memompa itu pada November, pasar bisa bergerak ke defisit sekitar 700.000 bpd pada tahun depan, menunjukkan persediaan akan ditarik lebih jauh untuk memenuhi permintaan,” kata OPEC dalam laporan.

Sementara pada bulan lalu menunjukkan defisit yang lebih besar sebanyak 830.000 bpd.

 

Sumber : Reuters

Tag : Harga Minyak
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top