Harga Minyak Bergerak Menuju Level Resistan US$57,80 per Barel

Harga minyak mentah dunia memanas seiring dengan terganggunya jalur pipa di North Sea serta turunnya stok minyak AS untuk pekan keempat.
Eva Rianti | 13 Desember 2017 10:23 WIB
Ilustrasi. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah dunia memanas seiring dengan terganggunya jalur pipa di North Sea serta turunnya stok minyak AS untuk pekan keempat.

Pada perdagangan Rabu (13/12) pukul 09.30 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Januari 2018 naik 0,41 poin atau 0,72% menjadi US$57,55 per barel di New York Merchantile Exchange.

Sementara itu, harga minyak Brent kontrak pengiriman Februari 2018 menguat 0,61 poin atau 0,96% menuju US$63,95 per barel di ICE Futures Europe Exhcange.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan, harga minyak berpeluang menguat pada hari ini seiring dengan sentimen dari penutupan jalur pipa minyak di North Sea serta turunnya cadangan minyak mentah dalam laporan American Petroleum Institute (API).

Berdasarkan data API, penurunan persediaan minyak AS sebesar 7,38 juta barel pada pekan lalu atau lebih dari dua kali penurunan sebesar 2,89 juta barel yang diprediksi dalam survei analis Bloomberg.

“Harga minyak dapat menguat lebih lanjut jika rilis data cadangan minyak dari Energy Information Administration (EIA) pada pukul 22.30 WIB lebih rendah dari ekspektasi,” kata Faisyal dalam publikasi risetnya, Rabu (13/12/2017).

Secara teknikal, Faisyal menuturkan bahwa level resistan terdekat berada di level US$57,80 per barel. Menembus ke atas level tersebut dapat mendorong kenaikan menuju US$58,20 per barel dan dapat melaju hingga US$58,70 per barel.

“Untuk sisi bawahnya, area US$57,20 per barel menjadi level support terdekat. Break ke bawah level tersebut dapat memicu penurunan lanjutan menuju US$56,80 per barel dan bisa turun hingga US$56,30 per barel,” katanya.

Berikut analis teknikalnya. (per barel)
Level Resistan: US$57,80; US$58,20; US$58,70
Level Support: US$57,20; US$56,80; US$56,30

Sumber : Bloomberg

Tag : Harga Minyak
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top