Batu Bara Reli, Cetak Rekor Baru

Pada perdagangan Selasa, harga batu bara untuk kontrak Januari 2018, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup menguat 0,79% atau 0,75 poin di US$95,55/metrik ton.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 13 Desember 2017  |  07:58 WIB
Batu Bara Reli, Cetak Rekor Baru
Tempat penampungan batu bara. - Bloomberg/Andrew Harrer

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (12/12/2017), melanjutkan reli ke level tertingginya.

Pada perdagangan Selasa, harga batu bara untuk kontrak Januari 2018, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup menguat 0,79% atau 0,75 poin di US$95,55/metrik ton.

Level penutupan tersebut memperbarui rekor tertinggi sepanjang masa kontrak yang dicapai pada sesi sebelumnya. Selain itu, penguatan harga kemairin juga melanjutkan reli untuk perdagangan hari kelima berturut-turut.

P{enguatan batu bara ini sejalan dengan harga minyak mentah yang naik menyusul laporan industri yang menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS untuk pekan keempat.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari diperdagangkan di US$57,46 per barel pada pukul 4.32 sore waktu setempat, setelah mengakhiri sesi perdagangan Selasa (12/12) di level US$57,14 di New York Mercantile Exchange. Total volume yang diperdagangkan sekitar 29% di atas rata-rata 100 hari.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Februari ditutup turun $1,35 di US$63,34 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Baik harga minyak Brent dan West Texas Intermediate turun pada akhir perdagangan Selasa akibat meredanya kekhawatiran tentang dampak pasokan dari penutupan pipa utama di Laut Utara.

Namun bursa minyak AS naik setelah American Petroleum Institute (API) dikabarkan melaporkan penurunan persediaan minyak AS sebesar 7,38 juta barel pekan lalu atau lebih dari dua kali penurunan sebesar 2,89 juta yang diprediksi survei analis Bloomberg.

Jika badan energi AS, Energy Information Administration (EIA) mengonfirmasikan hal tersebut pada laporannya yang dirilis hari ini waktu setempat, maka itu akan menjadi penurunan terbesar sejak Agustus.

“Persediaan yang menurun harus mendukung minyak. Data juga menunjukkan bahwa permintaan penyuling untuk minyal sangat kuat,” kata Phil Flynn, analis pasar senior di Price Futures Group Inc., seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (13/12/2017).

 

Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2018 di bursa Rotterdam

Tanggal                                    

US$/MT

12 Desember

95,55

(+0,79%)

11 Desember

94,80

(+1,50%)

8 Desember

93,40

(+1,14%)

7 Desember

92,35

(+0,27%)

6 Desember

92,10

(+0,55%)

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga batu bara

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top