Impor Karet China Diprediksi Berkurang, Karet Ditutup Melemah

Harga karet untuk pengiriman Mei 2018, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup merosot 1,40% atau 2,90 poin ke level 204,10 yen per kilogram (kg).
Aprianto Cahyo Nugroho | 08 Desember 2017 14:27 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet ditutup merosot pada perdagangan hari ini, Jumat (8/12/2017), menyusul prediksi berkurangnya permintaan dari China pada tahun 2018.

Harga karet untuk pengiriman Mei 2018, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup merosot 1,40% atau 2,90 poin ke level 204,10 yen per kilogram (kg).

Sebelumnya harga karet kontrak Mei dibuka merosot 1,64% atau 3,40 poin di level 203,60, setelah pada perdagangan Kamis (7/12/2017) berakhir menguat 0,88% atau 1,80 poin di level 207 yen per kg.

Menurut Gu Jiong, seorang analis di Yutaka Shoji, kekhawatiran tentang lesunya permintaan di China mendorong sejumlah investor untuk melepaskan posisi.

Laju pertumbuhan impor China diperkirakan akan melambat pada tahun 2018 pasca tahun yang mengalami kenaikan. Menurut survei Bloomberg terhadap sejumlah ekonom, impor oleh China hanya akan naik 5% pada 2018 setelah naik 14,9% tahun ini.

Investasi infrastruktur yang lebih lambat, kebijakan moneter yang lebih ketat, inflasi komoditas yang lebih lemah, serta efek basis yang tinggi kemungkinan menjadi penekan terhadap pertumbuhan impor.

“Ekspektasi pertumbuhan yang moderat dalam impor China pada tahun 2018 cenderung tercermin pada pertumbuhan ekspor yang lebih lambat dari negara Asia lainnya,” kata Rajiv Biswas, kepala ekonom Asia Pasifik di IHS Markit.

“Komoditas, produk-produk minyak sulingan, dan barang-barang elektronik akan sangat terpengaruh,” lanjutnya, seperti dikutip dari Bloomberg.

Sejalan dengan karet, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2018 terpantau kembali bergerak di zona merah dengan penurunan 0,05% atau 0,03 poin ke US$56,66 per barel pada pukul 10.10 WIB.

Padahal, harga minyak acuan AS tersebut mampu mencatatkan rebound dengan menguat 1,3% atau 0,73 poin di level US$56,69 per barel pada akhir perdagangan Kamis (7/12).

Di sisi lain, nilai tukar yen terpantau melemah 0,32% atau 0,36 poin ke posisi 113,45 per dolar AS pada pukul 14.01 WIB.

Pergerakan Harga Karet Kontrak Mei 2018 di TOCOM

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

8/12/2017

204,10

-1,40%

7/12/2017

207,00

+0,88%

6/12/2017

205,20

-2,01%

5/12/2017

209,40

+0,05%

4/12/2017

209,30

+2,85%

Sumber: Bloomberg

Tag : harga karet
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top