Proyek LRT: KAI dan ADHI Bakal Rangkul BUMN Lain

PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk., bakal mengajak BUMN lain untuk bergabung dalam perusahaan patungan sebagai investor dalam proyek kereta ringan (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi.
Yodie Hardiyan | 29 November 2017 11:54 WIB
Foto aerial proyek pembangunan light rail transit (LRT) di Jakarta, Minggu (19/11). - JIBI/Nurul Hidayat
 

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk., bakal mengajak BUMN lain untuk bergabung dalam perusahaan patungan sebagai investor dalam proyek kereta ringan (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi.

Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian BUMN Ahmad Bambang mengatakan BUMN lain yang akan diajak sebagai investor merupakan BUMN yang memiliki lahan.

“Misalnya, (LRT itu) lewat lahan RNI (Rajawali Nusantara Indonesia). Kita nggak perlu sewa jangka panjang. Sudah, jadi saham saja di JV (perusahaan patungan) ini,” katanya di Gedung Kementerian BUMN, Rabu (29/11).

Selain RNI, Bambang juga memberi contoh mengenai Perum Jasa Tirta sebagai BUMN yang memiliki lahan. Menurutnya, penyertaan saham dalam bentuk lahan lebih baik dibandingkan dengan perusahaan patungan itu membayar sewa untuk berpuluh-puluh tahun.

“KAI akan tetap mayoritas, tapi tidak di atas 50%. Nggak 50% juga yang penting yang dijamin proyeknya, bukan pinjaman KAI (yang dijamin). Jadi, KAI nggak perlu mayoritas, juga nggak masalah. Dengan begitu DER-nya masih bisa masuk,” katanya.

Perihal rasio utang terhadap ekuitas (DER) tersebut, Bambang mengatakan KAI sekarang mendapatkan banyak penugasan dari pemerintah seperti reaktivasi jalur kereta api di berbagai daerah, Hal tersebut berpengaruh terhadap indikator keuangan tersebut.

“Kalau KAI besar di sana ( di LRT sebagai investor), debt semakin tinggi. Yang terjadi, ditambah kewajibannya dia dalam reaktivasi jalur dan revitalisasi termasuk yang baru itu akan menambah DER jeblok. Itu poinnya,” paparnya.

Bambang mengatakan BUMN berencana membentuk perusahaan patungan pada Desember 2017. Perusahaan itu bakal menjadi investor proyek LRT yang sekarang sedang dibangun oleh Adhi Karya.

Sementara itu, Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto mengatakan pihaknya telah mengeluarkan dana sekitar Rp5 triliun untuk pembangunan proyek LRT Jabodebek. Salah satu sumber dana untuk proyek itu berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diberikan dari APBN Perubahan 2015. “Bulan depan tuntas pembentukan JV nya,” katanya.

Seperti diketahui, Adhi Karya menggarap proyek prasarana LRT berdasarkan Peraturan Presiden No.98/ 2015 beserta perubahannya sejak 2015 dengan nilai proyek sebesar Rp21,7 triliun (termasuk pajak).

LRT Jabodebek itu terdiri dari lintas pelayanan 1 dengan ruas Cawang-Cibubur, lintas pelayanan 2 dengan ruas Cawang-Kuningan-Dukuh Atas dan lintas pelayanan 3 dengan ruas Cawang-Bekasi Timur

Tag : LRT
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top