Pindad Patok Kupon MTN 9,25%

Korporasi industri pertahanan milik negara, PT Pindad (Persero) mematok kupon sebesar 9,25% per tahun untuk surat utang jangka menengah (MTN) senilai Rp1 triliun yang diterbitkan dalam periode November-Desember 2017.
Yodie Hardiyan | 19 November 2017 10:25 WIB
Pindad

Bisnis.com, JAKARTA--- Korporasi industri pertahanan milik negara, PT Pindad (Persero) mematok kupon sebesar 9,25% per tahun untuk surat utang jangka menengah (MTN) senilai Rp1 triliun yang diterbitkan dalam periode November-Desember 2017.

Penerbitan MTN oleh Pindad yang pertama kalinya dalam sejarah perusahaan tersebut dibantu oleh PT Danareksa Capital, anak usaha PT Danareka (Persero), selaku arranger.

Presiden Direktur Danareksa Capital Uriep Budhi Prasetyo mengatakan MTN itu akan terdiri dari 4 seri dimana masing-masing seri berturut-turut senilai Rp300 miliar, Rp200 miliar, Rp200 miliar dan Rp300 miliar.

Uriep mengatakan permintaan terhadap MTN yang diterbitkan oleh Pindad ini relatif tinggi ketika pihaknya melakukan tes pasar. “Dalam waktu 2 minggu, MTN ini terserap semua untuk nilai sebesar itu. Ini merupakan rekor,” kata Uriep di kantornya, akhir pekan lalu.

Menurutnya, Pindad sebagai perusahaan yang bergerak di industri khusus dianggap menarik oleh para investor. Untuk sejumlah permintaan, menurut Uriep, pihaknya bahkan tidak sanggup memenuhi sepenuhnya atau hanya seperenam.

Uriep mengatakan penerbitan MTN seri pertama kemungkinan akan dilakukan pada 23 November 2017 dan seri terakhir diharapkan dapat dilakukan pada awal Desember 2017. “MTN ini dapat rating dari Pefindo single A minus,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Pindad Abraham Mose mengatakan perusahaan akan menggunakan dana hasil penerbitan MTN itu untuk modal kerja dan investasi. Menurutnya, Pindad akan melakukan investasi di bisnis industri di luar alat pertahanan.

“Untuk investasi, dalam waktu dekat seperti yang saya sebutkan itu untuk pembangunan fasilitas produksi untuk generator dan kemudian industri alat-alat pertanian dan selain itu untuk mendukung produksi dari kendaraan-kendaraan tempur,” katanya.

Untuk generator, Pindad sebelumnya telah memproduksi generator kapasitas 8 megawatt (MW) sampai 10 MW. Di masa mendatang, Mose mengatakan terdapat kebutuhan generator berkapasitas 15MW-25MW.

“Kalau kita bicara 15MW-25MW itu kita butuh alat-alat pengujjan, pengetesan, yang membutuhkan fasilitas yang kapasitasnya lebih besar daripada 15 MW. Apakah itu winding machine-nya, pencelupannya, balancing machine-nya, mau tidak mau kita menambah kapasitas baru,” katanya.

Mose mengatakan pertumbuhan pendapatan dari produk di luar alat pertahanan ini cukup baik dalam 2 tahun belakangan. Menurutnya, Pindad telah memproduksi alat berat, ekskavator, crane hingga peralatan penunjang untuk kereta api.

Mose mengatakan pihaknya sejauh ini telah menjual 100 unit ekskavator. “Selain itu kita butuh juga investasi untuk pembangunan alat-alat pertanian karena kita akan memproduksi 50 traktor multiguna untuk Kementerian Pertanian,” katanya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pindad

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top