Adhi Karya (ADHI) Bakal Perbesar Aset Anak TOD

Korporasi konstruksi dan investasi milik negara, PT Adhi Karya (Persero) Tbk., berencana memperbesar aset divisi usaha yang mengelola kawasan multiguna di sekitar stasiun kereta ringan (LRT) atau transit oriented development (TOD).
Yodie Hardiyan | 15 November 2017 20:30 WIB
Direktur Operasi PT Adhi Karya Tbk Budi Saddewa Sudiro (tengah), bersama Projects Manager LRT City Gateway Park Ibnu Mahmud Junaidi (kiri), dan Manager Biro Keuangan Muhamad Yusuf , mengamati maket proyek kereta ringan (light rail transit/LRT), di arena Indonesia Properti Expo, Jakarta, Senin (14/8). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Korporasi konstruksi dan investasi milik negara, PT Adhi Karya (Persero) Tbk., berencana memperbesar aset divisi usaha yang mengelola kawasan multiguna di sekitar stasiun kereta ringan (LRT) atau transit oriented development (TOD).

Direktur Adhi Karya Budi Saddewa Soediro mengatakan perseroan berencana melakukan pemisahan (spin off) divisi TOD tersebut menjadi anak perusahaan pada Januari 2018. Rencana itu sendiri sudah disetujui oleh dewan komisaris Adhi Karya.

Pemisahan itu dilakukan supaya anak usaha tersebut menjadi lebih mandiri. “Ya sebetulnya pergerakan di departemen ini sudah lebih luas. Tapi, di anak perusahaan, rantai pengambilan keputusan bisa lebih cepat,” katanya di Gedung Kementerian BUMN, Rabu (15/11).

Budi mengatakan pihaknya akan memperbesar aset calon anak usaha itu menjadi Rp3 triliun pada 2018 dibandingkan dengan Rp1,5 triliun pada saat ini. Aset itu dibesarkan melalui pengalihan lahan yang akan dimiliki oleh Adhi Karya ke anak usaha itu.

Dana itu sendiri berasal dari hasil penerbitan saham baru (rights issue) sebesar Rp1,3 triliun yang diperoleh Adhi Karya pada 2015. Dengan demikian, ketika proses spin off selesai, aset anak usaha baru itu akan mencapai Rp3 triliun. “Itu kan semua didedikasikan untuk TOD,” kata Budi.

Menurutnya, setelah spin off, anak usaha Adhi Karya yang mengelola TOD itu bukan tidak mungkin akan melakukan IPO pada 2018 atau 2019. Budi mengatakan Adhi Karya akan mengelola 5 TOD stasiun LRT.

Seperti diketahui, proyek LRT itu terdiri dari jalur pelayanan Cawang–Cibubur, Cawang–Kuningan--Dukuh Atas,  Cawang – Bekasi  Timur,  Dukuh  Atas –Palmerah – Senayan,  Cibubur – Bogor  dan Palmerah –Grogol. Adhi Karya akan membangun stasiun di jalur tersebut.

Dalam proyek LRT itu, Adhi Karya juga menjadi kontraktor berdasarkan penugasan pemerintah. Nilai kontrak yang dibukukan oleh Adhi Karya dari proyek itu senilai Rp19,7 triliun atau salah satu kontrak terbesar yang dikantongi perseroan pada 2017.

Di sekitar stasiun LRT, Adhi Karya berencana mengembangkan proyek properti untuk keperluan pemukiman hingga komersial bernama LRT City. Proyek itu antara lain terletak di Bekasi Timur, Sentul, Jaticempaka dan Ciracas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
adhi karya

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top