ACST Optimistis Kontrak Baru Capai Rp7,5 Triliun

Kontraktor swasta, PT Acset Indonusa Tbk., optimis dapat mencapai target kontrak baru yang telah direvisi menjadi Rp7,5 triliun sepanjang 2017.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 21 September 2017  |  19:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Kontraktor swasta, PT Acset Indonusa Tbk., optimis dapat mencapai target kontrak baru yang telah direvisi menjadi Rp7,5 triliun sepanjang 2017.

Sekretaris Perusahaan Acset Indonusa Maria Cesilia Hapsari mengatakan kontrak baru yang telah diperoleh perusahaan mencapai sekitar Rp7,1 triliun pada saat ini atau 95% dari target. Dengan demikian, perusahaan perlu mendapatkan kontrak baru sekitar Rp400 miliar supaya dapat mencapai target Rp7,5 triliun.

Menurutnya, perusahaan memiliki sejumlah proyek dalam daftar (pipeline).
"Ada beberapa project yang ada di pipeline. dan kita masih optimis bisa memenuhi target tersebut. Mayoritas project infrastruktur," katanya ketika dihubungi, Rabu (20/9).

Seperti diketahui, semula Acset Indonusa menargetkan kontrak baru Rp4,5 triliun pada 2017. Namun, target itu diubah mengingat emiten berkode saham ACST itu telah mengantongi kontrak baru yang besar di awal tahun.

Salah satu proyek besar yang didapatkan oleh perusahaan  adalah proyek tol Jakarta-Cikampek elevated, kemudian proyek tol Kunciran-Serpong. Dalam proyek Jakarta-Cikampek elevated tersebut, porsi pekerjaan Acset Indonusa sebesar 49% sedangkan 51% lainnya dikerjakan oleh BUMN konstruksi dan investasi, PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Nilai investasi proyek tersebut mencapai Rp13,5 triliun. Proyek jalan tol sepanjang 38,6 kilometer itu terbentang dari Cikunir sampai Karawang Barat di dengan lama pekerjaan konstruksi selama 24 bulan.

Sebagai gambaran, pendapatan Acset Indonusa meningkat menjadi Rp1,02 triliun pada semester I/2017 atau naik sebesar 8,4% dibandingkan dengan Rp943,7 miliar pada semester I/2016.

Dari kinerja itu, perusahaan membukukan kenaikan laba bersih sebesar 95,7% menjadi Rp64,2 miliar pada semester I/2017 dibandingkan dengan Rp32,8 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan pada semester I/2017 didominasi oleh sektor konstruksi sebesar 60% dan kemudian disusul oleh sektor infrastruktur 32%, fondasi 7% dan lainnya atau bidang perdagangan 1%. Pada semester I/2016, perusahaan tidak mengumumkan adanya pendapatan dari sektor infrastruktur.

Di samping itu, beberapa waktu lalu Acset juga telah menyelesaikan penambahan saham pada salah satu anak usahanya, yakni PT Bintai Kindenko Engineering Indonesia (BINKEI) yang bergerak sebagai kontraktor mekanikal, elektrikal dan plumbing (MEP).

BINKEI kini tengah dipercaya untuk mengerjakan beberapa proyek seperti proyek moda transportasi masal MRT Jakarta dan gedung Indonesia 1 sehingga diputuskan untuk melakukan penambahan saham dalam rangka meningkatkan kinerja di proyek-proyek tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
acset indonusa

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup