2 Anak BUMN Registrasi IPO

Dua anak usaha BUMN yaitu PT Wijaya Karya Gedung dan PT PP Presisi menyatakan telah melakukan registrasi pertama ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk aksi korporasi penawaran umum perdana saham (IPO) pada akhir 2017.
Yodie Hardiyan | 21 September 2017 18:55 WIB
Dirut PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (Wika Gedung) Nariman Prasetyo (kiri) meninjau pembangunan proyek CBD di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (15/8). - ANTARA/Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA - Dua anak usaha BUMN yaitu PT Wijaya Karya Gedung dan PT PP Presisi menyatakan telah melakukan registrasi pertama ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk aksi korporasi penawaran umum perdana saham (IPO) pada akhir 2017.

Seperti diketahui, Wika Gedung adalah anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., dan PP Presisi merupakan anak usaha PT PP (Persero) Tbk. Direktur Utama Wijaya Karya Bintang Perbowo menyatakan rencana IPO anak usaha perseroan itu akan dilakukan pada kuartal IV/2017.

Wika Gedung menargetkan mampu memperoleh dana sekitar Rp3 triliun hingga Rp4 triliun melalui pelepasan saham sebesar maksimal 45% kepada investor publik di Bursa Efek Indonesia. Bintang mengatakan Wika Gedung akan melakukan beberapa akuisisi untuk menunjang pertumbuhan anorganik perusahaan sebelum IPO dilaksanakan.

"Ada beberapa perusahaan yang akan diakuisisi oleh Wika Gedung antara lain perusahaan foundation and piling, geotechnical, lightweight bricks dan perusahaan panel serta mechanical-electrical-plumbing (MEP) yang semuanya menunjang kinerja Wika Gedung dan juga dapat memasok berbagai kebutuhan Wika Group yang selama ini dipasok dari luar," katanya, Rabu (20/9/2017).

Menurutnya, Wika Gedung adalah perusahaan yang memfokuskan diri sebagai urban planner dan urban builder. Wika Gedung memiliki spesialisasi di bidang pembangunan bandar udara, rumah sakit, gedung bertingkat perkantoran, hotel, apartemen dan residensial hingga pusat perbelanjaan.

"Nantinya dana yang diperoleh (dari IPO) akan digunakan untuk mendukung usaha WIKA Gedung di bidang pengembangan investasi dan konsesi," kata Bintang.

Sementara itu, PP Presisi juga menargetkan dapat melantai di BEI pada kuartal IV/2017 dengan target perolehan dana hingga Rp3 triliun dari melepas maksimal 35% saham ke publik. PP Presisi berencana untuk menggunakan 70% dari dana hasil IPO itu untuk membiayai belanja modal dan 30% sisanya untuk kebutuhan modal kerja perusahaan.

PP Presisi merupakan perusahaan yang bergerak sebagai penyedia jasa konstruksi berbasis alat berat seperti civil work, ready mix, formwork, foundation, dan penyewaan alat berat.

"Portofolio jasa konstruksi berbasis alat berat yang luas dan saat ini terus-menerus dikembangkan oleh PP Presisi akan memungkinkan partisipasinya yang lebih besar di proyek-proyek baik milik PTPP maupun non-PTPP yaitu mulai dari jalan tol, bendungan, pembangkit listrik, pertambangan, hingga bandara dan pelabuhan,” kata Direktur Utama PTPP Tumiyana.

Selain PP Presisi dan Wika Gedung, 2 anak usaha BUMN lain yang berencana IPO adalah PT Garuda Maintenance Facility yang dimiliki oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., dan PT Jasa Armada Indonesia yang dimiliki oleh PT Pelabuhan Indonesia II (Persero).

Kementerian BUMN memastikan hanya 4 anak usaha BUMN tersebut yang menggelar IPO pada 2017 atau lebih rendah dari rencana semula 9 perusahaan. Secara keseluruhan, dana yang ditargetkan dari IPO 4 anak usaha itu sebesar Rp11,1 triliun. Anak usaha itu akan IPO dalam rentang waktu Oktober sampai awal Desember 2017

Lima anak usaha BUMN lainnua yang menunda IPO pada 2017 antara lain PT Wijaya Karya Realty (milik Wijaya Karya), PT PP Urban dan PT PP Energi (milik PTPP), PT Tugu Pratama Indonesia (milik PT Pertamina (Persero)) dan PT HK Realtindo (milik PT Hutama Karya (Persero)

Tag : bumn
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top