ANTM Kembangkan Taman Derek

PT Antam (Persero) Tbk. (ANTM) mengembangkan salah satu area fasilitas transportasi bawah tanah eks-tambang emas Cikotok yakni Menara Derek menjadi kawasan wisata.
Lukas Hendra TM | 21 September 2017 00:01 WIB

Bisnis.com JAKARTA - PT Antam (Persero) Tbk. (ANTM) mengembangkan salah satu area fasilitas transportasi bawah tanah eks-tambang emas Cikotok yakni Menara Derek menjadi kawasan wisata.

Taman Derek merupakan program untuk mendukung pemerintah Kabupaten Lebak dalam rangka mewujudkan kawasan wisata terintegrasi, dimana Cikotok menjadi salah satu destinasinya.

Pemanfaatan tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak Dede Jaelani dan VP Post Mining and Non Productive Asset Management Saepuloh pada Rabu (20/9/2017) di desa Cikotok, Kabupaten Lebak.

Direktur Operasi ANTM mengatakab tambang emas Cikotok merupakab warisan peninggalan sejarah sebagai pertambangan emas milik negara pertama yang beroperasi lintas jaman yakni masa kolonial dan masa kemerdekaan.

"Harapan Antam, semoga Pemda Kabupaten Lebak dapat memanfaatkan aset ini sehingga kawasan Menara Derek terpelihara sekaligus mendukung program wisata terintegrasi Kabupaten Lebak," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (20/9/2017).

Taman Derek pada awalnya merupakan mine shaft derrick berupa lubang bukaan vertikal sedalam lebih dari 110 meter yang dibangun pada 1940 untuk menghubungkan tambang bawah tanah Cikotok dengan permukaan tanah serta alat transportasi pekerjaan tambang.

Adapun, Menara Derek telah menjadi benda cagar budaya dengan ketetapan SK Bupati Lebak No.004/178-Dispirabudpar/V/2010 tentang Daftar Nama Benda-Benda Cagar Budaya di lingkungan Pemda Kabupaten Lebak.

Nantinya, Cikotok akan diandalkan oleh Pemda Kabupaten Lebak sebagai kawasan geowisata, melengkapi objek wisata lainnya seperti kebun teh Cikuya, pantai Sawarna dan berajam air terjun di wilayah kabupaten tersebut.

Tambang emas Cikotok merupakan salah satu dari 7 badan atau perusahaan yang dimerger saat pembentukan Antam pada 5 Juli 1968. Penambangan emas di Cikotok awalnya dilakukan oleh perusahaan Belanda yakni Naamloze Vennootchal Mijnbouw Maatchappij Zuid Bantam pada 1936. Namun, pada 1939 operasi tambang berhenti saat Perang Dunia II.

Usai Indonesia merdeka, tambang Cikotok berada di bawah pengawasan Jawatan Pertambangan Republik Indonesia hingga akhirnya pada 1960 statusnya berubah menjadi perusahaan negara.

Masa penambangan emas Cikotok memasuki fase pascatambang pada 2008. Pada Januari 2016, perseroan mengakhiri kegiatan pascatambang dengan persetujuan pemda Kabupaten Lebak.

Taman Derek tersebut melrngkapi infrastruktur lain yang trlah dibangun ANTM yakni pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM), fasilitas stadion olahraga, pasar dan sub-terminal terpadu Cikotok serta renovasi Puskesmas Cibeber yang memiliki fasilitas rawat inap di Lebak.

Tag : antam
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top