Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Kembali Perbarui Rekor Tertinggi

IHSG ditutup dengan kenaikan 1,38% atau 80,53 poin ke level 5.910,24, level penutupan tertinggi baru sepanjang masa, setelah dibuka menguat 0,29% di posisi 5.846,60.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 03 Juli 2017  |  16:49 WIB
Pengunjung berdiri di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. - REUTERS/Iqro Rinaldi
Pengunjung berdiri di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. - REUTERS/Iqro Rinaldi

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali memperbarui rekor terteinggi sepanjang masa di awal perdagangan pasca-libur panjang Idul Fitri, Senin (3/7/2017).

IHSG ditutup dengan kenaikan 1,38% atau 80,53 poin ke level 5.910,24, level penutupan tertinggi baru sepanjang masa, setelah dibuka menguat 0,29% di posisi 5.846,60.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG telah bergerak di kisaran 5.831,20 – 5.910,24.

IHSG mampu memperbarui rekornya setelah pada perdagangan Kamis (22/6) ditutup menguat 0,19% atau 11,16 poin di level 5.829,71.

Dari 556 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 181 saham menguat, 167 saham melemah, dan 209 saham stagnan.

Delapan dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona hijau, dipimpin oleh sektor infrastruktur yang melonjak 3,80% dan diikuti sektor finansial yang menguat 1,98%. Adapun hanya sektor aneka industri yang melemah (-1,27).

IHSG berakhir menguat di saat mayoritas bursa saham lainnya di Asia Tenggara juga bergerak positif dengan indeks SE Thailand yang menguat 0,20%, indeks FTSE Malay KLCI naik 0,28%, indeks PSEi Filipina menguat 0,30%, sedangkan indeks FTSE Straits Time Singapura melemah tipis 0,01%.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik menyatakan inflasi pada Juni 2017 berada di angka 0,69%. Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan Juni 2016 yang ada di angka 0,66%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan dengan posisi angka tersebut artinya inflasi kalender 2017 adalah 2,38% sementara yoy dari Juni 2016 ke Juni 2017 berada di angka 4,37%.

"Temuan kami, 79 kota mengalami inflasi dan 3 kota deflasi," ujarnya di BPS, Senin (3/7).

"Inflasi Juni lebih banyak dipengaruhi oleh tarif listrik, angkutan udara dan angkutan antar kota sementara bahan makanan relatif terkendali dimana andilnya hanya 0,14%," imbuhnya.

 

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

TLKM

+5,97

BMRI

+5,88

BBCA

+1,93

BBRI

+1,64

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

ASII

-1,68

EXCL

-2,93

MIKA

-3,50

IIKP

-10,00

 Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top