DOLAR AS: Isu Trump Bocorkan Rahasia Ke Rusia Perpanjang Pelemahan Indeks

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama melemah 0,26% atau 0,259 poin ke 98,652 pada pukul 13.41 WIB.
Renat Sofie Andriani | 16 Mei 2017 14:32 WIB
Dolar AS. - .Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) kian melemah pada perdagangan siang ini, Selasa (16/5/2017), di tengah upaya para penasihat kebijakan asing AS untuk mengendalikan kericuhan politik menyusul kabar bahwa Presiden Donald Trump telah mengungkapkan informasi rahasia pada utusan Rusia pekan lalu.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama melemah 0,26% atau 0,259 poin ke 98,652 pada pukul 13.41 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka turun 0,05% atau 0,052 poin di level 98,859, setelah pada perdagangan Senin ditutup melemah 0,34% di posisi 98,911.

Trump dikabarkan telah membeberkan informasi rahasia terkait kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kepada Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, dan Duta Besar Rusia, Sergei Kislyak dalam pertemuan di Oval Office pekan lalu.

Padahal, informasi yang didapat dari mitra intelijen AS tersebut terlalu sensitif untuk dibagi ke Rusia, yang bukan merupakan sekutu AS.

Menurut para pedagang, reaksi atas kabar itu menyebabkan penjualan dolar terhadap yen.

Perkembangan terkini tersebut muncul setelah Trump menangkis pertanyaan atas keputusannya memecat Direktur FBI James Comey, di tengah penyelidikan atas kemungkinan campur tangan Rusia dalam pemilihan umum AS.

“Isu dengan Comey kemungkinan akan terus berlanjut. Sementara itu, jika isu terbaru terkait pengungkapan informasi dengan Rusia berkembang menjadi masalah lebih besar, maka akan menimbulkan kekhawatiran tentang pemerintahan AS dan pastinya menjadi faktor penjualan dolar,” kata Jun Kato, senior fund manager di Shinkin Asset Management Co., seperti dikutip Bloomberg.

Nilai tukar yen siang ini terpantau menguat 0,40% atau 0,46 poin ke 113,34 yen per dolar AS.

Koreksi dolar AS sebelumnya telah tertekan oleh laporan manufaktur AS yang lemah serta lonjakan pada harga komoditas.

Barometer Federal Reserve New York terhadap aktivitas bisnis di wilayah tersebut secara tak terduga turun pada bulan Mei, merosot ke zona negatif untuk pertama kalinya sejak Oktober.

Para analis pun memperingatkan bahwa penurunan indeks bisa menjadi pertanda kemerosotan yang mungkin terjadi di sektor manufaktur.

“Faktor lainnya yang berdampak pada pergerakan mata uang adalah gerak yang cukup besar pada harga komoditas dan minyak..hal ini cenderung lebih pada sensitifnya mata uang terhadap komoditas,” ujar senior currency strategist dari Wells Fargo Securities, Eric Viloria.

Arab Saudi dan Rusia pada Senin memberi pernyataan bersama yang menyepakati untuk memperpanjang upaya pemangkasan produksi minyak mentah hingga Maret 2018 demi menahan kelebihan suplai global.

 

Posisi indeks dolar AS                                       

16/5/2017

(Pk. 13.41 WIB)

98,652

(-0,26%)

15/5/2017

98,911

(-0,34%)

12/5/2017

99,252

(-0,37%)

11/5/2017

99,623

(-0,05%

10/5/2017

99,669

(+0,01%)

 

 

 

Sumber: Bloomberg

 

 

 

 

Tag : dolar as, rusia, ISIS, Donald Trump
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top