Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PPRO Akuisisi 1,5 ha di Malang

Emiten pengembang properti PT PP Properti Tbk. kembali menambah cadangan lahan dengan mengakuisisi lahan di Malang seluas 1,5 hektare.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 18 April 2017  |  12:22 WIB
PPRO Akuisisi 1,5 ha di Malang
Direktur Utama PT PP Properti Tbk Taufik Hidayat (kiri) berbincang dengan Preskom Lukman Hidayat, seusai rapat umum pemegang saham tahunan perseroan, di Jakarta, Rabu (8/3). - JIBI/Endang Muchtar
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten pengembang properti PT PP Properti Tbk. kembali menambah cadangan lahan dengan mengakuisisi lahan di Malang seluas 1,5 hektare.

Taufik Hidayat, Direktur Utama PP Properti, mengatakan bahwa lahan tersebut akan dipakai perseroan untuk mengembangkan proyek tiga menara apartemen mahasiswa bebas narkoba yang akan diluncurkan pada Juli 2017.

“Penambahan lahan di Malang merupakan bagian dari strategi jangka panjang PPRO untuk menopang pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan pada masa mendatang,” kata Taufik melalui siaran pers, Selasa (18/4/2017).

Taufik menjelaskan bahwa lahan yang diakusisi perseroan memiliki lokasi strategis karena terletak di sekitar kampus ternama seperti Unibraw, Universitas Muhammadiyah Malang, serta sejumlah institusi pendidikan lain.

Menurutnya, Malang merupakan salah satu kota yang memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi di Jawa Timur dengan potensi sektor pariwisata yang kian menggiurkan. Selain itu, Malang juga dikenal sebagai pusat pendidikan utama di Pulau Jawa.

Langkah akuisisi lahan di Malang ini semakin memperkuat kehadiran emiten dengan kode saham PPRO ini di Jawa Timur. Belum lama ini, PPRO juga telah mengakuisisi lahan di Surabaya, Jawa Timur untuk pengembangan proyek baru.

Cadangan lahan itu terletak di Wiyung, Surabaya seluas 2,2 hektare. Di atas lahan ini, PPRO akan membangun proyek apartemen sebanyak lima menara untuk konsumen kelas premium di Surabaya yang merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Dalam proyek ini, PPRO bersama dengan pemilik lahan PT Gunungsari Saktijaya akan membentuk perusahaan joint venture di mana PPRO menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 80% dari modal dasar yang ditempatkan senilai Rp294 miliar.

PPRO juga telah menambah cadangan lahan di Embong Sawo, Surabaya yang akan dimanfaatkan untuk pengembangan proyek properti lanjutan. Saat ini, proyek di kawasan ini masih memasuki fase desain.

Perseroan berharap tambahan landbank akan semakin memudahkan ekspansi untuk menopang pertumbuhan kinerja pada masa mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Aksi Korporasi
Editor : Achmad Aris
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top