LAJU EMITEN 23 MARET: Berikut Bahasan Aksi Enam Saham

Waterfront Securities Indonesia mengemukakan aksi sejumlah saham menjadi perhatian pasar pada perdagangan hari ini, Kamis (23/3/2017)
Linda Teti Silitonga | 23 Maret 2017 08:50 WIB
Bursa Efek Indonesia. - .Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA- Waterfront  Securities Indonesia mengemukakan aksi sejumlah saham menjadi perhatian pasar pada perdagangan hari ini, Kamis (23/3/2017).

Octavianus  Marbun, Analis PT Waterfront  Securities Indonesia mengatakan saham tersebut adalah:

  • SSIA Akan Bangun Perkantoran dan Apartemen Senilai Rp10 Triliun

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) akan mendirikan gedung perkantoran dan apartemen di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan dengan total biaya investasi mencapai Rp10 triliun. Perseroan memiliki lahan seluas 2,3 hektare di sekitar Hotel Gran Melia. Untuk tahap awal, perusahaan berencana membangun sebuah menara perkantoran dengan tinggi sekitar 39 lantai. Tahun depan SSIA akan mulai membangun satu tower senilai sekitar Rp2,5 triliun. Konstruksi 2018, diharapkan selesai 2021. Perseroan menargetkan pembangunan tiga menara, dimana dua menara adalah perkantoran dan satu menara merupakan hotel dan apartemen dengan total nilai Rp10 triliun dan ditargetkan selesai 2024.

  • IKAI Hentikan Sementara Produksi Keramik Anak Usaha

PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) menghentikan sementara produksi keramik anak usaha, yakni Internusa Keramik Alamasri (INKA). Perseroan melalui INKA menghentikan sementara produksi keramik, yang merupakan produksi utama dari INKA. Langkah penghentian ini diambil manajemen perseroan seiring dengan semakin ketatnya persaingan usaha yang didorong semakin banyaknya produk-produk impor dari China yang masuk ke Indonesia sehingga harga jual keramik semakin tertekan. Oleh sebab itu, perseroan akan melakukan efisiensi produksi untuk menekan ongkos produksi melalui investasi di mesin-mesin dan penghematan biaya produksi.

  • BUMI Targetkan Terbitkan Prospektus Rights Issue Pada April

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan melanjutkan lagi rencana penambahan saham baru atau rights issue. Rencananya, perseroan akan menerbitkan prospektus pada pertengahan April nanti. Prospektus tersebut menjadi bagian proses rights issue untuk mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Persetujuan OJK diharapkan pada bulan Mei, sehingga pelaksanaan rights issue dapat selesai Juni. Selain rights issue, BUMI juga akan mengonversi utang menjadi saham alias mandatory convertible bonds (MCB). Secara total, dua aksi tersebut bernilai US$2,6 miliar atau mencapai Rp35 triliun.

  • BBNP Mengalami Penurunan Laba 87,88%

PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk (BBNP) mengalami penurunan laba sebesar 87,88% menjadi Rp8,10 miliar hingga periode 31 Desember 2016 dibandingkan laba yang diraih pada periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp66,86 miliar. Pendapatan bunga bersih naik 8,9% menjadi Rp465,29 miliar dari Rp427,26 miliar. Beban operasional selain bunga bersih naik menjadi Rp451,11 miliar dari Rp342,43 miliar. Laba operasional turun menjadi Rp14,18 miliar dibandingkan laba operasional Rp84,82 miliar di periode tahun sebelumnya. Laba sebelum pajak diraih Rp12,07 miliar turun dibandingkan laba sebelum pajak Rp90,31 miliar.

  • Laba Bersih TIFA Turun 12,3%

PT Tifa Finance Tbk (TIFA) meraih pendapatan sebesar Rp173,76 miliar hingga periode yang berakhir 31 Desember 2016 naik 5,4% dibandingkan pendapatan Rp164,85 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Jumlah beban naik menjadi Rp149,60 miliar dibandingkan jumlah beban Rp136,65 miliar pada periode sama tahun sebelumnya dan laba sebelum pajak turun menjadi Rp24,15 miliar dari Rp28,19 miliar. Laba bersih perseroan turun 12,3% menjadi Rp17,59 miliar dari Rp20,06 miliar.

  • PTBA Akan Akuisisi Beberapa Perusahaan Untuk Diversifikasi Usaha

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sedang melakukan proses akuisisi beberapa perusahaan pertambangan batubara dan non batubara untuk diversifikasi bisnis. Perseroan sedang melakukan due diligence terhadap tiga sampai lima perusahaan. Dalam rangka mendorong kinerja perseroan, PTBA akan mengakuisisi proyek pembangkit tenaga listrik yang sudah ada sehingga menghasilkan lebih banyak pendapatan dan pertumbuhan aset dapat lebih cepat. PTBA juga merencanakan untuk mengakuisisi perusahaan minyak sawit mentah sebagai upaya diversifikasi bisnis.

Tag : IHSG
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top