Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Balikkan Keadaan, BUMI Bukukan Laba US$67,69 Juta Pada 2016

PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) sukses membalikkan keadaan dengan meraup laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar US$67,69 juta pada 2016, dari rugi sebesar US$1,92 miliar pada 2015.
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 22 Maret 2017  |  00:01 WIB
PT Bumi Resources Tbk - Istimewa
PT Bumi Resources Tbk - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) sukses membalikkan keadaan dengan meraup laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar US$67,69 juta pada 2016, dari rugi sebesar US$1,92 miliar pada 2015.

Dalam laporan keuangan 2016 yang telah diaudit dan dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (21/3/2017), menunjukkan sepanjang tahun lalu perseroan membukukan pendapatan sebesar US$23,37 juta. Perolehan pendapatan tersebuts turun 42,31% dari pencapaian pada 2015 yang mencatatkan sebesar US$40,51 juta.

Sementara itu, beban usaha terpangkas sebesar 42,34% dari US$49,88 juta pada 2015 menjadi US$28,76 juta. Akhirnya, rugi usaha juga ikut tergerus 42,58% menjadi US$5,38 juta pada 2016 dari US$9,37 pada 2015.

Hanya saja, pada pos beban lain-lain untuk penurunan nilai aset serta rugi atas penghapusan piutang telah nihil pada 2016. Padahal, pada 2015, penurunan nilai aset sebesar US$885,55 juta, sedangkan rugi atas penghapusan piutang sebesar US$522,55 juta.

Selain itu, perseroan juga sukses memangkas beban bunga dan keuangan sebesar 43,77% dari US$453,22 juta pada 2015 menjadi US$254,82 juta pada 2016. Perseroan juga mencatatkan bagian ats laba neto entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar US$84,25 juta pada 2016, atau meningkat 93,01% dari US$43,65 juta pada 2015 Perseroan juga sukses mencatatkan penghasilan lain-lain sebesar US$213,21.

Kendati demikian, perseroan masih mencatatkan rugi sebelum pajak penghasilan sebesar US$9,38 juta pada 2016 atau terpangkas 99,54% dari US$2,04 miliar pada 2015. Hanya saja, pada 2016, BUMI memperoleh manfaat pajak penghasilan sebesar US$129,64 juta yang akhirnya mampu mencetak laba tahun berjalan sebesar US$120,55 juta

Sementara itu, Sharlita Malik, analis dari Samuel Sekuritas Indonesia mengungkapkan laba bersih BUMI pada 2016 positif tetapi dibawah estimasi yang diperkirakan olehnya. Secara keseluruhan, lanjutnya, BUMI mencatatkan kinerja yang positif didukung efisiensi dalam bahan bakar, biaya operasional yang lebih rendah yaitu turun 28% y-o-y menjadi US$27 per ton, dan manfaat beban pajak yang naik signifikan.

Dia menilai harga jual rata-rata batu bara pada 2016 turun, tetapi volume penjualan tercatat naik. BUMI mencatatkan penurunan harga jual rata-rata batubara sebesar 6% y-o-y menjadi US$42,1 per ton. Namun, volume penjualan batubara gabungan BUMI tercatat naik kurang lebih 10,6% y-o-y menjadi 87,7 juta ton. Menurutnya, secara umum penjualan Arutmin meningkat sebesar 15,3% menjadi 28,6 juta ton dan KPC meningkat sebesar 8,4% y-o-y menjadi 59,1 juta ton.

Adapun, lanjutnya, untuk pendorong kinerja BUMI pada tahun ini, perseroan berencana meningkatkan penjualan sebesar 5% - 7% y-o-y, mengurangi beban utang dan bunga secara signifikan serta mengembalikan kondisi keuangan yang sehat. Sharlita juga mengungkapkan dukungan dari harga batubara yang lebih tinggi 30% y-o-y serta efisiensi yang meningkat menjadi pendorong kinerja untuk BUMI kedepannya. Oleh karena itu, dia menyarankan BUY.

“BUMI berpeluang membukukan kinerja positif untuk fullyear 2017. Dengan asumsi meningkatnya harga jual rata-rata dan volume penjualan yang lebih tinggi. Kami tetap merekomendasi Buy saat ini. Valuasi terhadap BUMI masih mungkin berubah, tergantung dari kestabilan harga batubara dan perbaikan neraca keuangan BUMI,” katanya dalam risetnya, Selasa (21/3/2017).

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top