Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Beras Mahal, Mie Instant Makin Digemari, Analis Sebut Prospek Saham ICBP

Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) menilai harga beras yang kian melambung tinggi membuat masyarakat di Indonesia mulai bergeser mengonsumsi makanan berbahan baku tepung terigu
Linda Teti Silitonga
Linda Teti Silitonga - Bisnis.com 16 Januari 2017  |  10:32 WIB
Beras Mahal, Mie Instant Makin Digemari, Analis Sebut Prospek Saham ICBP
Indomie. - .Ilustrasi/indofood.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) menilai harga beras yang kian melambung tinggi membuat masyarakat di Indonesia mulai bergeser mengonsumsi makanan berbahan baku tepung terigu.

Aptindo memprediksi kebutuhan makanan praktis dan siap saji akan meningkat tahun ini. Seiring harga beras yang semakin mahal, mie instan tampaknya paling laris karena murah dan praktis dan sudah menjadi makanan pokok.

Menurut Aptindo, total konsumsi tepung terigu tahun 2016 tumbuh 6% mencapai 6,02 juta ton, dan tahun ini diprediksi naik di atas 6%.

Dari total konsumsi tersebut, penggunaan terigu untuk produk mi terbilang mendominasi sebesar 60% sementara sisanya 40% untuk roti, biskuit, jajanan pasar dan penggunaan rumah tangga.

“Potensi peningkatan konsumsi makanan berbahan baku tepung terigu terutama mie instan tentunya berdampak positif bagi ICBP sebagai produsen Indomie,”tulis HP Financials dalamm risetnya yang diterima hari ini, Senin (16/1/2017).

Menurut MARS Indonesia, Indomie merupakan market leader dengan pangsa pasar sebesar 74,3%.

Per September 2016, divisi mie instan berkontribusi sekitar 64% terhadap total penjualan neto konsolidasi ICBP.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

icbp
Editor : Linda Teti Silitonga
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top