KURS RUPIAH ATAS DOLAR AS 20 DESEMBER: Hasil Pertemuan BoJ Pengaruhi Gerak Kurs

Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi rupiah berpeluang melemah pada perdagangan Selasa (20/12/2016) seiring minimnya sentimen positif.
Riendy Astria | 20 Desember 2016 08:33 WIB
/Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA— Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi rupiah berpeluang melemah pada perdagangan Selasa (20/12/2016) seiring minimnya sentimen positif.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta memaparkan indeks dolar AS menguat lagi hingga dini hari tadi walaupun tipis. Dia menilai, dolar juga menguat di perdagangan Senin di pasar Asia menandakan masih adanya permintaan dolar tinggi pasca kenaikan FFR target 25 bps minggu lalu.

Adapun, fokus pagi ini masih tertuju pada hasil pertemuan Bank of Japan (BOJ) yang jika menambah stimulusnya, imbal hasil obligasi global bisa tertahan kenaikannya. Hingga kemarin, imbal hasil global mulai bergerak turun setelah sempat naik mengikuti kenaikan imbal hasil US Treasury.

Sementara, rupiah masih stabil walaupun dollar menguat merata di Asia kemarin. Dengan sentimen domestik yang juga didominasi oleh berita negatif, pasokan dolar dari BI menjadi penopang rupiah yang utama.

“Minimnya sentimen domestik membuat faktor global menjadi dominan dalam penentu arah rupiah yang dalam jangka pendek diperkirakan masih akan meminta pelemahan,” katanya dalam riset.

Menurutnya, kekhawatiran pemerintah terhadap pencapaian defisit akhir 2016 yang bisa melebihi ekspektasi, kembali jadi perhatian dan ikut memberikan sentimen negatif.

 

Tag : Rupiah
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top