Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DOLAR AS 24 OKTOBER: Euro Melemah Hari Kelima, Indeks Perpanjang Penguatan

Indeks dolar AS yang memantau pergerakan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama hari ini dibuka turun tipis 0,02% atau 0,024 poin di level 98,671.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 24 Oktober 2016  |  11:30 WIB
Karyawan menghitung pecahan uang dolar Amerika di Jakarta. - Antara
Karyawan menghitung pecahan uang dolar Amerika di Jakarta. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan dolar AS terpantau memperpanjang penguatannya pada perdagangan siang ini, Senin (24/10/2016), di saat para investor mempertimbangkan prospek kenaikan suku bunga AS. 

Indeks dolar AS yang memantau pergerakan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama hari ini dibuka turun tipis 0,02% atau 0,024 poin di level 98,671.

Pergerakannya kemudian berbalik menguat hingga 0,07% atau 0,069 poin ke level 98,764 pada pukul 10.51 WIB.

Pada perdagangan Jumat (21/10/2016), indeks dolar ditutup menguat 0,39% atau 0,380 poin ke level 98.695 seiring pelemahan euro.

Seperti dilansir Bloomberg hari ini, pergerakan greenback menguat ke level tertinggi dalam tujuh bulan terhadap euro menjelang pidato tiga Kepala wilayah Federal Reserve yang mungkin dapat menunjukkan gambaran kebijakan moneter bank sentral AS tersebut.

Prediksi kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed pada Desember naik menjadi 68% pekan lalu. 

Nilai tukar euro pagi ini melemah 0,12% terhadap dolar AS ke US$1,0871 per euro pada pukul 11.02 WIB.

Pelemahan euro pada hari kelima, rentetan pelemahan terpanjang dalam lima bulan, terjadi setelah bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) pekan lalu mengisyaratkan bahwa program pelonggaran kuantitatifnya cenderung akan melampaui jadwal saat ini yang berakhir pada Maret 2017. 

“Euro tertekan oleh adanya perbedaan kebijakan moneter di saat ECB terlihat berencana memperpanjang sikap akomodatifnya, semenatra The Fed kemungkinan menuju kenaikan suku bunga pada Desember,” ujar Jun Kato, Manajer dana senior Shinkin Asset Management.

 

Posisi indeks dolar AS

24 Oktober

(Pk. 10.51 WIB)

98,764

(+0,07%)

21 Oktober

98,695

(+0,39%)

20 Oktober

98,315

(+0,40%)

19 Oktober

97,920

(+0,03%)

18 Oktober

97,895

(+0,01%)

 

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

 

 

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dolar as euro
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top