HARGA BATU BARA: Perencanaan Pembangunan Pembangkit Listrik Turun, Batu Hitam Anjlok

Pada perdagangan Rabu, harga batu bara untuk kontrak Oktober 2016, kontrak teraktif di bursa Rotterdam, ditutup anjlok 2,90% atau 1,85 poin ke posisi US$62/metrik ton.
Renat Sofie Andriani | 08 September 2016 11:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA– Pergerakan harga batu bara kontrak Oktober 2016 berakhir melemah tajam pada penutupan perdagangan Rabu (7/9/2016), di tengah laporan turunnya jumlah perencanaan pembangunan pembangkit listrik bertenaga batu bara di seluruh dunia.

Pada perdagangan Rabu, harga batu bara untuk kontrak Oktober 2016, kontrak teraktif di bursa Rotterdam, ditutup anjlok 2,90% atau 1,85 poin ke posisi US$62/metrik ton.

Sementara pada perdagangan sebelumnya (Selasa, 6/9/2016), harga batu bara ditutup menguat 0,31% ke US$63,85/metrik ton.

Menurut sebuah studi, seperti dilansir Reuters kemarin, jumlah pembangkit listrik bertenaga batu bara dalam perencanaan pembangunan di seluruh dunia telah menyusut 14% sepanjang tahun ini, didorong oleh China sejalan dengan upayanya mengatasi kelebihan suplai serta mempromosikan energi yang lebih bersih.

Sementara itu, India menerapkan kebijakan pembatasan rencana untuk pembangkit listrik bertenaga batu bara pada paruh pertama tahun ini. Kebijakan pembatasan batu bara juga diterapkan oleh Filipina dan Indonesia.

Secara keseluruhan, jumlah kapasitas pembangkit listrik bertenaga batu bara dalam perencanaan pra-konstruksi turun 14% menjadi sekitar 932 gigawatt (GW) pada Juli dari 1.090 GW pada permulaan tahun ini.

“Ini adalah kombinasi dari kekhawatiran terhadap lingkungan, termasuk iklim dan kesehatan, dengan kemerosotan ekonomi batu bara,” kata Ted Nace, Direktur CoalSwarm, kepada Reuters tentang penyebab penurunan.  

 

Pergerakan harga batu bara kontrak Oktober 2016 di bursa Rotterdam

Tanggal

US$/MT

7 September

62,00

(-2,90%)

6 September

63,85

(+0,31%)

5 September

63,65

(+0,47%)

2 September

63,35

(+1,36%)

1 September

62,50

(-0,24%)

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg 

Tag : harga batu bara
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top