Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Belum Beroperasi, Tambang Emas di Banyuwangi Milik Orang Terkaya Ini Rugi Rp14,56 Miliar

Perusahaan tambang emas di Banyuwangi milik orang terkaya di Indonesia ke-33 Edwin Soeryadjaya, PT Merdeka Copper Gold Tbk. masih mendulang rugi US$1,12 juta setara dengan Rp14,56 miliar dalam waktu tiga bulan.
Para pengendali PT Merdeka Copper Gold Tbk (dari kiri ke kanan) Wakil Komut Edwin Soeryadjaya, Dirut Adriansyah Sjoekri, Direktur Hardi Wijaya Liong, Direktur Rony N. Hendropriyono seusai paparan publik di Jakarta pada 12 Mei 2015 /Antara
Para pengendali PT Merdeka Copper Gold Tbk (dari kiri ke kanan) Wakil Komut Edwin Soeryadjaya, Dirut Adriansyah Sjoekri, Direktur Hardi Wijaya Liong, Direktur Rony N. Hendropriyono seusai paparan publik di Jakarta pada 12 Mei 2015 /Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Perusahaan tambang emas di Banyuwangi milik orang terkaya di Indonesia ke-33 Edwin Soeryadjaya, PT Merdeka Copper Gold Tbk. masih mendulang rugi US$1,12 juta setara dengan Rp14,56 miliar dalam waktu tiga bulan.

Edwin Soeryadjaya adalah orang terkaya ke-33 di Indonesia dengan nilai kekayaan US$930 juta setara dengan Rp12 triliun. Merdeka Copper Gold memiliki sumber daya mineral berupa emas, perak dan tembaga berada di Proyek Tujuh Bukit, Banyuwangi, Jawa Timur.

Dalam laporan keuangan yang dirilis perseroan, Selasa (3/5/2016), kendati masih mendulang rugi, catatan kerugian emiten bersandi saham MDKA itu menipis 24,6% menjadi US$1,12 juta dari US$1,49 juta. Perseroan belum membukukan pendapatan lantaran tambang emas belum menghasilkan.

Saat mencatatkan saham perdana (initial public offering/IPO), perseroan menargetkan untuk memulai tahap produksi 3 juta ton emas per tahun pada 2016.

Perusahaan afiliasi Grup Saratoga itu akan memulai produksi pada lapisan oksida yang mengandung emas dan perak secara komersial pada tahun 2016 dengan produksi bijih rata-rata sebesar 3 juta ton per tahun.

Targetnya adalah meraih produksi tahunan emas hingga 90.000 oz dan perak hingga 1.000.000 oz. Perseroan menargetkan produksi ditargetkan dimulai pada kuartal IV/2016 sehingga penjualan dapat direalisasikan pada kuartal I/2017.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Sukirno
Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper