Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BURSA ASIA 15 FEBRUARI: MSCI Asia Pasifik Catatkan Kenaikan Lagi 0,9%

Saham Asia naik memperpanjang reli yang mengangkat ekuitas regional, karena saham China melonjak dalam tiga bulan dan SoftBank Group Corp juga melonjak pada perdagangan Selasa (16/2/2016).
Pasar ekuitas Jepang telah menjadi lebih stabil daripada Cina, Yunani dan Argentina. /
Pasar ekuitas Jepang telah menjadi lebih stabil daripada Cina, Yunani dan Argentina. /

Bisnis.com, JAKARTA - Saham Asia naik memperpanjang reli yang mengangkat ekuitas regional, karena saham China melonjak dalam tiga bulan dan SoftBank Group Corp juga melonjak pada perdagangan Selasa (16/2/2016).

MSCI Asia Pacific Index naik 0,9% pukul 15.25 WIB, setelah naik 4,1% pada hari Senin merupakan kemajuan terbesar sejak September.

Indeks China menguat 3,3% setelah data menunjukkan perbankan nasional bagikan sejumlah catatan pinjaman pada bulan Januari. Indeks Shanghai Composite 3,29% dan Shenzhen Composite melonjak 4,10%.

Nikkei 225 Stock Average ditutup naik 0,20% atau 31,85 poin ke level 16.054,43. Indeks Topix Jepang juga naik 0,37% atau 4,78 poin ke level 1.297,01 memperpanjang kenaikan terbesar dalam indeks Topix selama lebih dari tujuh tahun sebagai rebound ekuitas global. Jepang Topix meningkat karena SoftBank melonjak 16% setelah mengumumkan rencana buyback.

Pasar ekuitas Jepang telah menjadi lebih stabil daripada Cina, Yunani dan Argentina. Hang Seng ditutup naik 1,08% dan S & P / ASX 200 Index Australia naik 1,37%.

Saham naik lagi setelah ekuitas global jatuh ke bear market pekan lalu, karena investor berspekulasi aksi jual yang berlebihan dan bank sentral tumbuh lebih percaya diri sehingga akan melakukan apapun yang diperlukan untuk mendukung pasar.

Manajer Tribeca Investment Partners di Sydney Sean Fenton mengatakan ada value yang cukup diawal pada daerah-daerah tertentu yang akhirnya investor akan mengambil keuntungan dari itu.

"Bank-bank sentral akan mencoba untuk menenangkan pasar sedikit dan kemudian investor akan mulai melangkah kembali lagi," terangnya seperti di Bloomberg. ()

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Atiqa Hanum
Editor : Fatkhul Maskur
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper