Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TUKAR GULING SAHAM MITRATEL: TBIG Kembali Ajukan Right Issue 10%

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) meminta persetujuan pemegang saham untuk menggelar right issue tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) tahap pertama sebesar 10% sebagai prasyarat tukar guling saham Mitratel.
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 25 Februari 2015  |  19:36 WIB
TUKAR GULING SAHAM MITRATEL: TBIG Kembali Ajukan Right Issue 10%
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) meminta persetujuan pemegang saham untuk menggelar right issue tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) tahap pertama sebesar 10% sebagai prasyarat tukar guling saham Mitratel.

Setelah sebelumnya rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) diskors pada 8 Januari 2015, TBIG kembali mengajukan persetujuan atas rencana pengeluaran saham baru tanpa HMETD sebanyak-banyaknya 479,65 juta saham baru atau 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan.

Pemegang saham juga akan membahas persetujuan pengalihan 53,29 juta saham treasuri dalam rangka penyelesaian transaksi pengambilalihan saham PT Dayamitra Telekomunikasi di harga yang sama dengan harga penerbitan saham tanpa HMETD.

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. berencana menukar kepemilikan sahamnya dalam Mitratel dengan TBIG hingga 13,7%. Di tahap awal, TLKM menukar 49% kepemilikan saham di anak usahanya, Mitratel, dengan maksimal 290 juta saham baru di TBIG.

Sebanyak 290 juta saham baru ini setara dengan 5,7% dari modal saham yang telah ditingkatkan lewat penerbitan saham baru. TLKM mengantongi 100% saham Mitratel. Hal itu berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan manajemen TBIG di Bursa Efek Indonesia, Rabu (25/2/2015).

Sementara itu, laba bersih TBIG per 31 Desember 2014 yang belum diaudit mencapai Rp1,3 triliun, tumbuh 4,33% dibandingkan periode setahun sebelumnya Rp1,24 trililun. Laba per saham dasar mencapai Rp274,90 pada 2014 dari sebelumnya Rp260,19.

Pendapatan TBIG mencapai Rp3,3 triliun per akhir tahun lalu, meningkat 22,8% dibandingkan periode setahun sebelumnya Rp2,69 triliun. Laba kotor tercatat meningkat menjadi Rp2,79 triliun dari Rp2,29 triliun pada 2013.

Total aset TBIG hingga akhir tahun lalu mencapai Rp22,04 triliun, naik dari setahun sebelumnya Rp18,71 triliun. Liabilitas tercatat melonjak dari Rp14,6 triliun menjadi Rp17,9 triliun dan ekuitas turun tipis menjadi Rp4,13 triliun dari Rp4,11 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tower bersama
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top