Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PASAR OBLIGASI (16 Februari): Simak Rekomendasi 4 Seri SUN di Awal Pekan

Volume transaksi obligasi pemerintah terpantau turun tipis 1,49% ke Rp13,88 triliun akhir pekan lalu.
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 16 Februari 2015  |  09:19 WIB
4 seri SUN direkomendasikan tahan - ilustrasi
4 seri SUN direkomendasikan tahan - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Volume transaksi obligasi pemerintah terpantau turun tipis 1,49% ke Rp13,88 triliun akhir pekan lalu.

Debt Research Danareksa Sekuritas merekomendasikan sejumlah obligasi untuk ditahanpada perdagangan Senin (16/2/2015).

Berdasarkan data Danareksa Sekuritas yang diterima Bisnis hari ini, sebanyak empat seri obligasi pemerintah seluruhnya direkomendasikan untuk ditahan.

Berikut ini daftar rekomendasi obligasi pemerintah dari Danareksa Sekuritas:

Seri FR0069

Rekomendasi : Tahan

“Harga naik, volume perdagangan besar, tren penurunan semakin melemah, tekanan beli meningkat, indeks CCI turun.”

Seri FR0070

Rekomendasi : Tahan

“Harga naik, volume perdagangan besar, tren penurunan semakin melemah, tekanan beli mereda, indeks CCI turun.”

Seri FR0071

Rekomendasi : Tahan

“Harga naik, volume perdagangan besar, tren penguatan semakin melemah, tekanan jual mereda, indeks CCI turun.”

Seri FR0068

Rekomendasi : Tahan

“Harga naik, volume perdagangan besar, tren pelemahan semakin melemah, tekanan beli mereda, indeks CCI turun.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surat utang negara Obligasi Pemerintah
Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top