Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MULTISTRADA (MASA) Tunda Proyek di Mesir dan Kazakhstan, Ini Pemaparannya

PT Multisrada Arah Sarana Tbk. (MASA) memutuskan untuk menunda proyek di Mesir dan Kazakhstan untuk pendirian pabrik ban kendaraan di kedua negara itu.
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 20 Januari 2015  |  14:48 WIB

Bisnis.com, JAKARTA-- PT Multisrada Arah Sarana Tbk. (MASA) memutuskan untuk menunda proyek di Mesir dan Kazakhstan untuk pendirian pabrik ban kendaraan di kedua negara itu.

Y. Ade Bunian Moniaga, Direktur MASA, mengatakan proyek di kedua negara itu ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Awalnya, perseroan mendirikan usaha joint venture dengan Transport and Engineering Co (Trenco) di Mesir.

"Benar bahwa proyek di Mesir dan Kazhakhstan sedang ditunda," ungkapnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (20/1/2015).

Rencana JV antara MASA-Trenco telah dirintis sebelum pecahnya Revolusi 25 Januari 2011 di Mesir dengan tujuan untuk mendirikan prabrik ban kendaraan berorientasi ekspor dengan total investasi yang diperkirakan mencapai US$360 juta, namun realisasi JV tersebut sempat tertunda akibat instabilitas politik yang terjadi di Mesir.

Dalam proyek ini pihak MASA akan memberikan Technology and Know How Assistance sementara pihak Trenco akan menyiapkan lahan pabrik dan tenaga kerja.

Sementara itu, manajemen MASA membenarkan kondisi pasar ban di dunia tengah mengalami penurunan terutama akibat penurunan harga komoditas. Hal itu berdampak pada penurunan harga bahan baku yang pada akhirnya akan menyebabkan penurunan harga jual.

Dia menilai, penurunan tersebut telah berdampak pada penjualan ban perseroan. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil penjualan hingga September 2014 yang merosot 10% dibandingkan dengan periode yang sama setahun sebelumnya.

"Penjualan tersebut merupakan kontribusi dari penjualan di area Timur Tengah sekitar 19%, dan sisanya tersebar ke berbagai area di Asia, Eropa, Amerika dan Afrika," paparnya.

Mengacu pada penjualan sepanjang 2013 sebesar US$323,89 juta, penjualan MASA pada tahun ini berpotensi hanya sebesar US$291,5 juta. Sepanjang sembilan bulan pertama 2014 penjualan MASA capai US$220,83 juta, turun 11,4% dari periode sama 2013.

Pada 2014, perseroan menargetkan penjualan ban sebanyak 8,2 juta, naik 13,89% dari realisasi penjualan ban 2013 sebanyak 7,2 juta unit. Pada 2014, belanja modal MASA mencapai US$30 juta-US$40 juta. Belanja modal tersebut salah satunya digunakan untuk membeli mesin baru guna meningkatkan kapasitas produksi.

Tahun ini, MASA mengalokasikan belanja modal sekitar US$30 juta yang rencananya akan diadakan dari pinjaman dari perbankan asing. Belanja modal tersebut digunakan untuk peningkatan kapasitas produksi yang akan dimulai pada 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multistrada arah sarana
Editor : Gita Arwana Cakti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top