Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Empat Anak Usaha Pembiayaan Astra Dapat Peringkat Tertinggi

PT Fitch Ratings Indonesia mengafirmasi peringkat nasional empat anak usaha bidang pembiayaan PT Astra International Tbk rerata di level tertinggi AAA(idn).nn
Lavinda
Lavinda - Bisnis.com 16 Desember 2014  |  20:24 WIB
Tingginya pencadangan atas pinjaman bermasalah juga dapat menutup kerugian kredit melewati siklus ekonomi.  - Bisnis.com
Tingginya pencadangan atas pinjaman bermasalah juga dapat menutup kerugian kredit melewati siklus ekonomi. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—PT Fitch Ratings Indonesia mengafirmasi peringkat nasional empat anak usaha bidang pembiayaan PT Astra International Tbk rerata di level tertinggi AAA(idn).

Analis Utama Fitch Ratings Julita Wikana menyebutkan PT Astra Sedaya Finance (ASF), PT Federal International Finance (FIF), dan PT Toyota Astra Financial Services (TAFS) masing-masing mendapat peringkat AAA(idn) dan F1+(idn).

“Hanya PT Surya Artha Nusantara Finance (SANF) yang berbeda mendapat peringkat AA(idn) dan F1+(idn),”ungkapnya dalam keterangan pers yang diterima Bisnis.com, Selasa(16/12/2014).

Peringkat ASF, FIF, dan SANF mencerminkan ekspektasi Fitch bahwa ketiga perusahaan ini akan terus mendapat dukungan dan komitmen yang kuat dari PT Astra International Tbk sebagai pemegang saham mayoritas.

ASF dan FIF dimiliki penuh oleh Astra International dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap Group Astra dalam mendukung perkembangan perakitan mobil dan motor serta bisnis distribusi Astra International di Indonesia.

Sementara itu, peringkat TAFS mencerminkan dukungan yang kuat dari salah satu pemegang sahamnya Toyota Financial Services Corporation (TFSC).

Peringkat SANF mencerminkan kepentingan strategisnya untuk Grup Astra. SANF menyediakan jasa pembiayaan kepada perusahaan yang membeli alat berat dari PT United Tractors Tbk, anak perusahaan bidang distribusi alat berat Astra International.

Namun, kepentingan strategis SANF terhadap induk usaha, dalam pandangan Fitch, tidak sekuat ASF dan FIF, karena kontribusi SANF secara finansial terhadap Astra International masih lebih kecil.

Prospek Stabil mencerminkan ekspektasi Fitch bahwa Astra International akan terus memberikan dukungan terhadap keempat anak usaha saat diperlukan.  

Menurut Julita, profitabilitas ke empat perusahaan pembiayaan ini sedikit menurun karena meningkatnya biaya pendanaan di tengah kondisi ekonomi yang menantang dengan tingginya tingkat suku bunga.

Kualitas aset ASF, FIF dan TAFS tetap terjaga dengan rasio pinjaman bermasalah berada dibawah 1% dari total piutang pembiayaan bersih pada akhir September 2014. Hal itu juga tercatat lebih rendah dibandingkan dengan pesaingnya.

Fitch memperkirakan ASF, FIF dan TAFS akan dapat mempertahankan profitabilitas yang memadai dalam satu sampai dua tahun ke depan. Hal itu disebabkan terjaganya biaya kredit dan imbal hasil pinjaman yang sebagian dapat mengurangi tekanan dari tingginya biaya pendanaan.

Tingginya pencadangan atas pinjaman bermasalah juga dapat menutup kerugian kredit melewati siklus ekonomi.

Kualitas aset SANF menurun dengan rasio pinjaman bermasalah naik menjadi 2,4% pada akhir September 2014 dari 0,5% pada Desember 2013, terutama disebabkan menurunnya sektor sewa guna usaha alat berat seiring dengan penurunan di sektor komoditas (pertambangan batubara dan perkebunan).

Fitch memprediksi kualitas aset SANF akan tetap mengalami tekanan akibat perlambatan yang masih terus berlanjut di sektor komoditas. Namun, tingginya tingkat pencadangan SANF disertai dengan profitabilitas yang memadai akan dapat menyerap kerugian kredit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

astra
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top