Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PASAR OBLIGASI 23 September: Berikut Rekomendasinya

Volume transaksi obligasi pemerintah kemarin, Senin (22/9/2014), tercatat mencapai Rp5,07 triliun, dimana sejumlah obligasi direkomendasikan hold (tahan) untuk hari ini, Selasa (23/9/2014).
Bunga Citra Arum Nursyifani
Bunga Citra Arum Nursyifani - Bisnis.com 23 September 2014  |  10:14 WIB
PASAR OBLIGASI 23 September: Berikut Rekomendasinya
Ilustrasi - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Volume transaksi obligasi pemerintah kemarin, Senin (22/9/2014), tercatat mencapai Rp5,07 triliun, dimana sejumlah obligasi direkomendasikan hold (tahan) untuk hari ini, Selasa (23/9/2014).

Berdasarkan Debt Research Danareksa Sekuritas yang diterima Bisnis pada Selasa (23/9/2014), terdapat empat seri obligasi pemerintah yang masuk daftar rekomendasi  tahan atau “hold”.

Berikut ini daftar rekomendasi obligasi pemerintah dari Danareksa Sekuritas:

  1. Seri FR0069

Rekomendasi : Tahan

“Harga melemah, volume perdagangan moderat, tren penurunan terus menguat, tekanan untuk menjual berkurang, dan Indeks CCI menurun,” terang riset tersebut.

  1. Seri FR0070

Rekomendasi : Tahan

 “Harga turun, volume perdagangan moderat, tren penguatan terus bertambah, tekanan untuk menjual meningkat, dan Indeks CCI naik,” terang riset tersebut.

  1. Seri FR0071

Rekomendasi: Tahan

“Harga turun, volume perdagangan moderat, tren penaikan menguat, tekanan untuk menjual bertambah, dan Indeks CCI meningkat,” terang riset tersebut.

  1. Seri FR0068

Rekomendasi: Tahan

“Harga sedikit melemah, volume perdagangan deras, tren penguatan terus meningkat, tekanan untuk menjual naik, dan Indeks CCI menguat,” terang riset tersebut. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Obligasi Pemerintah
Editor :
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top