Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OBLIGASI PEMERINTAH: Transaksi Merosot 51,59% (1 September)

Volume transaksi obligasi pemerintah tercatat turun 51,59% pada perdagangan awal pekan ini, Senin (1/9/2014).
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 02 September 2014  |  09:25 WIB
OBLIGASI PEMERINTAH: Transaksi Merosot 51,59% (1 September)
Memantau layar surat utang negara - Bisnis
Bagikan

Bisnis.comJAKARTA — Volume transaksi obligasi pemerintah tercatat turun 51,59% pada perdagangan awal pekan ini, Senin (1/9/2014).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia yang dikutip riset Debt Research Danareksa Sekuritas dan dirilis Selasa (2/9/2014), volume transaksi obligasi pemerintah kemarin tercatat Rp9,31 triliun, dari transaksi sebelumnya Rp19,19 triliun.

Jumlah tersebut juga di bawah rata-rata transaksi harian tahun ini sebesar Rp10,06 triliun. Adapun obligasi tenor jangka pendek kurang dari 5 tahun yang paling diburu.

Obligasi seri FR0068 tercatat menjadi obligasi pemerintah teraktif dengan volume transaksi mencapai Rp2,43 triliun.

Selanjutnya, obligasi pemerintah seri FR0069 menempati peringkat kedua teraktif dengan volume transaksi Rp1,89 triliun.

Dan posisi ketiga teraktif ditempati oleh obligasi pemerintah seri FR0070 dengan volume transaksi Rp1,22 triliun.

Berikut rincian obligasi pemerintah teraktif untuk perdagangan Senin (1/9/2014)

Seri Obligasi

Yield

(%)

Volume

(Rp. miliar)

Jatuh Tempo

FR0068

8,65

2.431,08

15 Mei 2034

FR0069

7,99

1.894,49

15 April 2019

FR0070

8,22

1.221,13

15 Maret 2024

VR0020

6,25

560

25 Agustus 2018

FR0027

6,83

419

15 Juni 2015

Sumber: Bursa Efek Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Pemerintah obligasi pemerintah ri
Editor : Nurbaiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top