Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Gandum Terkerek Prospek Sanksi untuk Rusia

Harga gandum memperpanjang reli dalam hampir tiga bulan karena prospek sanksi baru terhadap Rusia dan ketegangan di Ukraina yang semakin tinggi.
Nenden Sekar Arum
Nenden Sekar Arum - Bisnis.com 28 April 2014  |  13:12 WIB
Pertanian gandum. Harga terkerek sanksi untuk Rusia - Reuters
Pertanian gandum. Harga terkerek sanksi untuk Rusia - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA--Harga gandum memperpanjang reli dalam hampir tiga bulan karena prospek sanksi baru terhadap Rusia dan ketegangan di Ukraina yang semakin tinggi.

Berjangka untuk pengiriman Juli naik 1,2% menjadi US$7,17 per bushel di Chicago Board of Trade, yang merupakan angka tertinggi untuk kontrak sejak 16 April.

"Kekhawatiran cuaca di belahan bumi utara, dan krisis geopolitik di Rusia dan Ukraina menjaga pasar gandum untuk terus berada di atas," ujar Paul Deane, Analis Australia & New Zealand Banking Group Ltd. seperti dikutip Bloomberg, Senin (28/4/2014).

Pasar khawatir dengan terganggunya pasokan dari Laut Hitam jika ketegangan Rusia dan Ukraina semakin memanas. Padahal, Departemen Pertanian AS menunjukan ekspor dari Ukraina dan Rusia mencapai 17% dari ekspor gandum dunia pada 2013-2014.

Selain itu, Amerika Serikat dan Uni Eropa akan menjatuhkan sanksi kepada perusahaan-perusahaan Rusia dan orang yang dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Di sisi lain, di AS kekeringan diprediksi akan terus meluas dan melanda hampir separuh daerah penghasil gandum dalam 10 hari ke depan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gandum

Sumber : bloomberg

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top