Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ketegangan Ukraina Meningkat, Nikel Cetak Reli

Ketegangangeopolitik antara Ukraina versus Rusia melambungkan harga nikel. Pasar khawatir hal itu bakal menganggu pasokan.
Ardhanareswari AHP
Ardhanareswari AHP - Bisnis.com 24 April 2014  |  19:35 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Ketegangan geopolitik antara Ukraina dan Rusia melambungkan harga nikel.

Pasar khawatir hal itu bakal menganggu pasokan. Analis memperkirakan harga nikel bisa mendekati level US$19.000 per ton.

Meski diproyeksikan naik, pengamat komoditas tambang sekaligus mantan peneliti di Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) Ibrahim mengatakan kenaikan itu hanya sementara.

Temporary saja karena saat perdamaian disepakati sempat turun, mungkin akan kembali lagi,” katanya pada Bisnis, Kamis (24/4/2014).

Menurutnya dalam waktu dekat ini nikel bisa bergerak ke level US$18.900. Namun angkanya tak akan sampai ke level US$20.000 per ton.

Pasalnya selain ketidakpastian konflik, pekan depan AS akan merilis data manufaktur bersamaan dengan rapat Dewan Gubernur Federal Reserve (the Fed).

Ibrahim mengemukakan jika faktor-faktor tersebut mengerek dolar hal itu akan mengembalikan nikel ke posisi harga yang lebih rendah.

Saat ini pasar khawatir soal keberlangsungan pasokan. Sebelumnya pasar berharap banyak pada pasokan nikel dari Rusia setelah Indonesia menghentikan ekspor mineral mentahnya.

Namun, konflik Rusia dengan Ukraina memicu kecemasan pasar bahwa suplai nikel bakal memburuk.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nikel
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top