Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Magna Finance Ekspansi Pembiayaan Mobil Bekas

Perusahaan pembiayaan mobil bekas yang berbasis di Kelapa Gading, Jakarta Utara, yakni PT Magna Finance, akan menggunakan dana hasil penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) sebesar Rp73,5 miliar untuk ekspansi pembiayaan.
Vega Aulia Pradipta
Vega Aulia Pradipta - Bisnis.com 23 April 2014  |  18:31 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Perusahaan pembiayaan mobil bekas yang berbasis di Kelapa Gading, Jakarta Utara, yakni PT Magna Finance, akan menggunakan dana hasil penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) sebesar Rp73,5 miliar untuk ekspansi pembiayaan.

Sekretaris Perusahaan Magna Finance Andrew Hernando mengatakan perseroan berencana melantai di bursa pada Juni mendatang, menggunakan buku laporan keuangan Desember 2013.

Perseroan telah menunjuk PT Jasa Utama Capital sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter). Andrew mengatakan saat ini rencana IPO masih ditelaah oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).  

“Kami berencana lepas saham di atas 40%, target dananya sekitar Rp70 miliar. Nanti detailnya saat public expose ya. Rencananya pertengahan Mei,” ujarnya ketika dihubungi Bisnis.com, Rabu (23/4/2014).

Meski rencana aksi korporasi ini masih ditelaah oleh OJK, namun perseroan sudah melakukan paparan terbatas (mini expose) di depan direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) beberapa waktu lalu.

“Sekarang sedang ditelaah OJK, belum keluar pernyataan efektifnya. Harga penawarannya berapa juga belum tahu,” ujarnya.

Perusahaan yang bergerak di pembiayaan pembelian mobil khususnya pada mobil bekas ini sudah beroperasi sejak 2005.

Andrew mengatakan perseroan kini memiliki 25 kantor cabang dan 3 kantor perwakilan yang tersebar di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.

“Kami tidak hanya beroperasi di kota-kota besar. Tidak tertutup kemungkinan nanti kami akan ekspansi ke wilayah Indonesia timur, tapi belum diputuskan diperluas ke mana,” tambahnya.

Sebagian besar pembiayaannya ditujukan pada sektor usaha kecil perorangan yang bergerak di usaha angkutan berbagai jenis, termasuk usaha hasil bumi, usaha jasa, usaha perkebunan sawit, hingga berbagai usaha lainnya.

Sayangnya, Andrew masih belum mau merinci berapa besar pembiayaan yang disalurkan perusahaan rata-rata setiap tahunnya, dan nanti setelah IPO akan ditingkatkan jadi berapa.

Adapun berdasarkan data OJK per 17 April 2014, Magna Finance berencana melepas 700 juta saham dengan harga penawaran Rp105 per saham. Dengan demikian, perseroan akan mendapatkan dana segar sebesar Rp73,5 miliar dari hasil IPO ini.

Sementara itu berdasarkan Laporan Keuangan Magna Finance per 31 Desember 2013 yang dipublikasikan melalui iklan pada 19 April 2014, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp100,74 miliar, naik 43,5% dari 2012 yang sebesar Rp70,19 miliar.

Mayoritas pendapatan berasal dari pembiayaan konsumen, yakni Rp77,45 miliar atau sekitar 77%. Sisanya berasal dari sewa pembiayaan Rp353 juta, operasional lainnya Rp21,01 miliar, dan pendapatan lain-lain Rp1,93 miliar.

Perseroan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp3,81 miliar, naik 10,07% dari 2012 yang sebesar Rp3,46 miliar. “Kami mengelola total aset sekitar Rp600 miliar, yang gross-nya ya,” tambah Andrew.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo mobil bekas pt magna finance
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top