Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wall Street Menguat Meski Data Ekonomi AS Lemah

Saham-saham di Wall Street berakhir menguat pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena investor mengabaikan beberapa data ekonomi AS mengecewakan yang sebagian besar dihubungkan dengan cuaca musim dingin parah.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Februari 2014  |  05:45 WIB
Verizon Communications memimpin Dow lebih tinggi, melonjak 3,4 persen, diikuti oleh DuPont naik 1,7%.  - bisnis.com
Verizon Communications memimpin Dow lebih tinggi, melonjak 3,4 persen, diikuti oleh DuPont naik 1,7%. - bisnis.com

Bisnis.com, NEW YORK - Saham-saham di Wall Street berakhir menguat pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena investor mengabaikan beberapa data ekonomi AS mengecewakan yang sebagian besar dihubungkan dengan cuaca musim dingin parah.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 92,67 poin (0,58%) menjadi 16.133,23, lapor AFP seperti dikutip Antara.

Indeks berbasis luas S&P 500 menguat 11,03 poin (0,60%) menjadi 1.839,78, sekitar 8 poin dari rekor tertinggi pada pertengahan Januari.

Indeks komposit teknologi Nasdaq naik 29,59 poin (0,70 persen) pada 4.267,55.

Pasar ragu-ragu pada awal perdagangan sebelum menuju ke utara untuk sisa sesi, meskipun laporan ekonomi yang datang lebih lemah dari yang diharapkan.

Klaim pengangguran turun pada pekan lalu, tetapi tidak sebanyak yang diantisipasi. Indeks manufaktur Federal Reserve Philadelphia untuk wilayah Mid-Atlantic secara tak terduga jatuh ke wilayah negatif, menjadi -6,3 pada Februari dari 9,4 pada Januari.

"Hampir setiap laporan ekonomi AS yang dirilis selama bulan lalu telah terdistorsi oleh cuaca musim dingin brutal. Suhu akan meningkat dan pada akhirnya data ekonomi akan normalkan, tapi kami masih memiliki setidaknya bulan lain nilai data ekonomi lemah ke depan," kata Kathy Lien dari BK Asset Management.

Verizon Communications memimpin Dow lebih tinggi, melonjak 3,4 persen, diikuti oleh DuPont naik 1,7%.

Wal-Mart adalah saham unggulan (blue-chip) yang tertinggal, jatuh 1,8% setelah laba kuartal keempat fiskalnya menunjukkan penurunan 0,4% dalam penjualan di toko-tokonya di AS.

Laba disesuaikan Wal-Mart sebesar US$1,60 saham mengalahkan estimasi satu sen, tetapi perkiraan laba kuartal saat ini jauh di bawah harapan Wall Street.

Di bidang merger dan akuisisi, Facebook naik 2,3% setelah membeli layanan pesan WhatsApp senilai US$19 miliar dalam bentuk tunai dan saham yang diumumkan pada Rabu sore.

Layanan pesan saingannya, Twitter, naik 2,0% dan pembuat telepon pintar BlackBerry melonjak 3,8%.

Tesla melonjak 8,4% setelah produsen mobil listrik mewah itu melaporkan hasil kuartalan lebih kuat dari perkiraan dan memperkirakan kenaikan besar pada penjualan 2014.

PepsiCo naik 1,2%. Aktivis investor Nelson Peltz dilaporkan menyampaikan surat kepada dewan perusahaan menyerukan untuk memisahkan perusahaan makanan ringan dan minuman global Pepsi untuk meningkatkan nilai pemegang saham.

Harga obligasi jatuh. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS berjangka 10-tahun naik menjadi 2,75% dari 2,73% pada Rabu, sementara pada obligasi 30-tahun meningkat menjadi 3,73% dari 3,71%. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa wall street
Editor : Fatkhul-nonaktif
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top