Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prediksi IHSG: Akhiri 2013, Window Dressing Bakal Kencang

Indeks yang hanya meningkat tipis itu disayangkan beberapa pihak. Alasannya, isu tapering yang mulai disesuaikan pelaku pasar untuk melancarkan aksi beli, tersendat oleh rupiah yang terus melemah hingga ke level Rp12.214 per dolar AS.
Giras Pasopati
Giras Pasopati - Bisnis.com 21 Desember 2013  |  10:27 WIB

Data Indeks Pekan Lalu

     

Waktu

Nett Buy/Sell

Volume

Nilai

Frekuensi

(dalam rupiah)

(miliar lembar)

(dalam rupiah)

(kali)

Jumat

-Rp341.197.677.315

4.183.502.693

Rp4.514.900.005.675

109.485

Kamis

-Rp390.543.920.000

4.167.247.394

Rp4.472.629.986.430

111.038

Rabu

Rp171.761.935.150

4.487.689.748

Rp4.443.094.620.629

111.728

Selasa

Rp53.549.818.600

5.850.714.338

Rp6.303.373.053.080

143.352

Senin

Rp92.871.560.000

3.230.325.377

Rp3.975.615.854.230

107.504

Total

-Rp413.558.283.565

21.919.479.550

Rp23.709.613.520.044

583.107

Rerata

-Rp82.711.656.713

4.383.895.910

Rp4.741.922.704.009

116.621

     

Data Indeks Pekan Ini

     

Waktu

Nett Buy/Sell

Volume

Nilai

Frekuensi

(dalam rupiah)

(miliar lembar)

(dalam rupiah)

(kali)

Jumat

Rp2.935.010.530

4.484.444.212

Rp4.457.127.899.760

105.463

Kamis

Rp345.886.074.850

4.461.929.935

Rp4.575.711.189.078

124.632

Rabu

Rp280.381.760.967

7.069.602.870

Rp6.778.079.187.621

124.470

Selasa

-Rp129.066.718.370

7.564.622.903

Rp4.808.525.629.906

127.730

Senin

-Rp232.077.843.500

5.090.331.628

Rp6.635.136.290.985

94.599

Total

Rp268.058.284.477

28.670.931.548

Rp27.254.580.197.350

576.894

Rerata

Rp53.611.656.895

5.734.186.310

Rp5.450.916.039.470

115.379

     
     

Pertumbuhan Rerata (%)

30,80

14,95

-1,07

     
     

Indeks Akhir Pekan Lalu

4.174,83

  

Indeks Akhir Pekan Ini

4.195,56

  

Pertumbuhan (%)

0,50

  

 

Keterangan: Nett Buy/Nett Sell dilakukan investor asing

Sumber: Bursa Efek Indonesia, diolah

 Bisnis.com, JAKARTA - Pelemahan rupiah dan gejolak pengurangan stimulus AS (tapering) menjadi bara pergolakan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang sepanjang pekan ini menguat tipis, 0,50%.

Indeks yang hanya meningkat tipis itu disayangkan beberapa pihak. Alasannya, isu tapering yang mulai disesuaikan pelaku pasar untuk melancarkan aksi beli, tersendat oleh rupiah yang terus melemah hingga ke level Rp12.214 per dolar AS.

David Sutyanto, Kepala Riset PT First Asia Capital mengatakan pergerakan IHSG pada pekan ini di bawah ekspektasi pasar. Hal tersebut karena pasar tak mengira indeks pada pekan ini bakal di tutup di bawah level 4.200, yang notabene level rendah.

“Saya kecewa dengan pelemahan rupiah yang terus berlanjut. Hal itu membuat pelaku pasar kembali tidak percaya diri dalam melakukan aksi beli, padahal tapering sudah disesuaikan,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (20/12/2013).

 

Pada perdagangan Jumat lalu, IHSG ditutup melemah 0,86% ke 4.195,55 dari hari sebelumnya.

 

Perdagangan tercatat dengan frekuensi 105.463 transaksi yang mencetak total volume di pasar reguler dan negosiasi sebesar 4,48 miliar saham. Investor asing mencetak nett buy Rp2,9 miliar di kedua pasar tersebut.

Dia menambahkan, tersendatnya laju indeks membuat proyeksi pertumbuhan positif hingga akhir tahun sangat tipis. Meski dana asing mulai masuk kembali ke bursa, jika rupiah tak kunjung menguat, indeks pun bakal loyo.

Di kawasan Asia Tenggara, indeks Thailand memimpin pelemahan secara year to date, yang anjlok sebesar 3,54%, disusul Indonesia 2,81%, dan Singapura 2,29%. Sementara Filipina menguat 0,39% sepanjang tahun ini.

Dari sisi aliran dana asing, dalam 3 hari perdagangan terakhir minggu ini pemodal asing mencetak aksi beli bersih (nett buy) sebanyak Rp629,20 miliar.

Secara rerata pemodal asing mencetak nett buy sebesar Rp53,61 miliar, berbalik dari pekan lalu yang mencatat rerata jual bersih (nett sell) Rp82,71 miliar.

 “Nett buy memang mulai terjadi, tetapi masih di level rendah. Dari situ saya perkirakan ada window dressing [aksi perbaikan portofolio saham] yang bakal mendongkrak indeks bakal tersendat karena hari perdagangan akan segera usai tahun ini,” katanya.

Adapun rerata volume perdagangan selama sepekan sebanyak 5,73 miliar saham, naik 30,80% dari minggu sebelumnya. Sementara rerata nilai transaksi sepekan naik 14,95% menjadi sebesar Rp5,45 triliun. Namun rerata frekuensi harian turun 1,07% menjadi 115.379 kali per hari.

Dia mencatat, pada Jumat lalu pergerakan bursa saham regional Asia mayoritas tercatat variatif, indeks Hang Seng Hong Kong tercatat melemah 0,33%, indeks Nikkei Jepang menanjak 0,07%, tetapi indeks Straits Times Singapura naik 0,79%.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ihsg sepekan
Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top