Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WALL STREET: Indeks S&P 500 Ditutup Melemah 1,4%

BISNIS.COM, NEW YORK--Bursa saham AS pada perdagangan Rabu (17/4/2013) ditutup turun, menghapus reli terbesar S&P 500 dalam 3 bulan di tengah mengecewakannya kinerja perusahaan dari mulai Bank of America Corp hingga Textron Inc.
Achmad Aris
Achmad Aris - Bisnis.com 18 April 2013  |  06:06 WIB
WALL STREET: Indeks S&P 500 Ditutup Melemah 1,4%
Bagikan

BISNIS.COM, NEW YORK--Bursa saham AS pada perdagangan Rabu (17/4/2013) ditutup turun, menghapus reli terbesar S&P 500 dalam 3 bulan di tengah mengecewakannya kinerja perusahaan dari mulai Bank of America Corp hingga Textron Inc.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 turun 1,4% ke level 1.552,01 pada perdagangan semalam, mengupas keuntungan yang dibukukan pada tahun ini menjadi 8,8%.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 138,19 poin atau 0,9% ke level 14.618,59. Sebanyak 7,9 miliar saham ditransaksikan di bursa AS atau 23% di atas rerata 3 bulan.

Dari 10 sektor yang tergabung dalam S&P 500, semuanya mengalami penurunan terutama sektor teknologi, energi, dan keuangan yang membukukan penurunan terdalam.

Saham Apple Inc anjlok 5,5%, saham Bank of America merosot 4,7%, dan saham Textron merosot 13%. Sementara itu, saham Caterpillar Inc tergelincir 1,4%.

"Kami berada pada titik di mana itu sudah sangat positif dan itu sekarang berayun kembali ke arah yang laian dan itu adalah waktu yang berbahaya untuk pasar," kata Bruce McCain, Kepala Analis Investasi di salah satu unit KeyCorp di Cleveland seperti dikutip Bloomberg.

"Orang-orang sedang gugup," ujarnya.

Penurunan S&P semalam menghapus reli pada perdagangan sebelumnya sebesar 1,4% yang dipicu oleh lebih baiknya data perumahan dan keuntungan dari Coca-Cola Co dan Johnson & Johnson.

Indeks telah jatuh 2,6% sejak menyentuh level tertinggi pada 11 April yakni 1.593,37 karena pertumbuhan ekonomi China tak diduga melambat, harga komoditas anjlok, dan data pengangguran di AS dan penjualan ritel meleset dari perkiraan. (Bloomberg/faa)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa wall street s&p 500

Sumber : Newswire

Editor : Fahmi Achmad
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top