Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARGA EMAS: Melemah Jadi US$1.666,90/Troy Ounce

JAKARTA-Harga emas kembali melemah dalam perdagangan akhir pekan dipicu munculnya sentimen negatif setelah Bank Sentral Eropa menyoroti risiko penurunan perekonomian di zona Eropa.
Yusran Yunus
Yusran Yunus - Bisnis.com 09 Februari 2013  |  11:18 WIB
Bagikan

130209_emas.jpgJAKARTA-Harga emas kembali melemah dalam perdagangan akhir pekan dipicu munculnya sentimen negatif setelah Bank Sentral Eropa menyoroti risiko penurunan perekonomian di zona Eropa.

Analis meramal harga logam kuning ini tidak akan naik secara signifikan  seiring berlanjutnya tanda-tanda pemulihan perekonomian global dan pelemahan euro.

Presiden ECB Mario Draghi menilai apresiasi mata uang akhir-akhir ini berisiko menghambat inflasi dan pertumbuhan kawasan, sehingga meredam permintaan untuk aset zona Euro.

“Investor yang menyukai aset beresiko akan tetap memantau harga emas, dan perdagangan saat ini akan sangat banyak mendorong euro ke bawah setelah komentar Darghi," kata Eugen Weinberg, analis Commerzbank.

Emas berjangka untuk pengiriman April turun -0,3% ditutup pada US$1.666,90 per ounce di Comex pukul 14.13 waktu New York atau Sabtu (9/2) pagi WIB. Volume perdagangan 40% di bawah rata-rata dalam 100 hari terakhir.

Mengutip data Bloomberg, harga perak berjangka untuk penyerahan Maret naik +0,1% menjadi US$31,441 per ounce. Harga turun -1,6% minggu ini.

Di New York Mercantile Exchange, platinum berjangka untuk pengiriman April turun -0,4% menjadi US$1.714,70 per ounce. Pada 6 Februari, harga logam ini mencapai US$1.744,50, tertinggi untuk kontrak teraktif sejak 22 September 2011.

Tim analis PT Monex Investindo Futures memperkirakan harga emas masih berada dalam bias netral dalam jangka pendek.

"Namun jika harga mampu break ke atas area US$1.675 [per ounce] dapat memicu momentum bullish lanjutan menuju wilayah US$1.685," kata tim riset yang dipimpin oleh Ariston Tjendra dalam rilisnya, Sabtu (9/2). (Bloomberg/yus)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas eropa gold amerika serikat

Sumber : M.Taufikul Basari

Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top