Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PENUNDAAN IPO BUMN: Cari Terobosan, BEI Diminta Tak Sempoyongan

JAKARTA—Bursa Efek Indonesia (BEI) diminta tidak sempoyongan dan mencari terobosan untuk meningkatkan kinerja, menyusul keputusan pemerintah untuk tidak 'melantaikan' BUMN tahun ini.
- Bisnis.com 26 Januari 2013  |  02:04 WIB

JAKARTA—Bursa Efek Indonesia (BEI) diminta tidak sempoyongan dan mencari terobosan untuk meningkatkan kinerja, menyusul keputusan pemerintah untuk tidak 'melantaikan' BUMN tahun ini.


Harry Azhar Aziz, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, menuturkan selama ini kontribusi badan usaha milik negara (BUMN) memang besar di bursa saham.

Rata-rata kontribusi perusahaan pelat merah dalam pelepasan saham perdana setidaknya mencapai sekitar Rp1 triliun-Rp1,5 triliun per perseroan.

“Bila ada 10 BUMN yang melakukan IPO [initial public offering] per tahun, maka nilai emisi yang bisa diperoleh mencapai minimal Rp10 triliun. Itu berarti sudah mencapai separuh dari target tahunan BEI,” katanya kepada Bisnis, Jumat (25/1).

Menurutnya, BEI harus mencari alternatif lain dengan membujuk perusahaan-perusahaan besar agar tertarik melepas sahamnya ke publik.

Dia mengemukakan keputusan pemerintah yang tidak menyetujui satupun BUMN go public tahun ini dinilai sudah tepat.

“Langkah itu berarti pemerintah menilai BEI sudah saatnya bisa mandiri. Otoritas pasar modal harus gencar merayu perusahaan-perusahaan agar mau IPO,” tegasnya.


Pada 2012, jumlah penawaran umum saham perdana yang ditargetkan BEI tidak tercapai, yaitu terealisasi hanya 23 perusahaan dari 25 perusahaan yang ditargetkan.

Adapun nilai emisi IPO juga mencapai Rp10,13 triliun pada 2012 atau menyusut sebesar 48,28% dari Rp19,59 triliun.

Satrio Utomo, Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, menuturkan potensi perusahaan yang bisa digaet untuk IPO, antara lain sektor barang-barang konsumsi dan badan usaha milik daerah (BUMD).

Hal itu disebabkan sektor industri barang konsumsi diprediksi masih menunjukkan tren positif tahun ini karena didorong tingginya permintaan konsumen sehingga membutuhkan ekspansi dan investasi baru.
“Adapun BUMD, seperti perbankan, saya nilai bisa dijadikan potensi yang bisa dirayu untuk go public,” ujarnya. (if)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top