Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PASAR PEMERINGKATAN OBLIGASI: Dominasi Pefindo capai 91%

JAKARTA--PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) kembali mendominasi pasar pemeringkatan obligasi sepanjang 2012 dengan penguasaan pangsa pasar sebesar 91%.Berdasarkan pengumuman perseroan dalam surat kabar nasional hari ini, Selasa (22/1), perseroan
- Bisnis.com 22 Januari 2013  |  11:22 WIB

JAKARTA--PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) kembali mendominasi pasar pemeringkatan obligasi sepanjang 2012 dengan penguasaan pangsa pasar sebesar 91%.

Berdasarkan pengumuman perseroan dalam surat kabar nasional hari ini, Selasa (22/1), perseroan yang dipimpin oleh Ronald T. Andy Kasim itu telah memeringkat sebanyak 133 perusahaan sepanjang 2012, naik dari tahun sebelumnya yang hanya 93 perusahaan.

"Sebanyak 87% perusahaan penerbit surat utang atau setara dengan 91% dari nilai surat utang yang diterbitkan selama 2012 telah memercayakan penetapan peringkat surat utangnya kepada Pefindo," tulis pengumuman itu.

Sepanjang tahun lalu, emisi obligasi korporasi tercatat mencapai Rp72,95 triliun yang didominasi oleh sektor keuangan dan bank masing-masing sebesar Rp28,36 triliun dan Rp21,2 triliun.

Selain jasa pemeringkatan, Pefindo juga telah melakukan aktivitas jasa riset terhadap 45 perusahaan pada tahun lalu, naik dari tahun sebelumnya 37 perusahaan.

Berdasarkan catatan Bisnis, Pefindo kini dalam tahap negosiasi akuisisi maksimum 40% saham perseroan oleh lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P).

Masuknya S&P sebagai pemegang saham perseroan diharapkan akan berdampak besar terhadap kedua belah pihak.

Satu sisi, Pefindo akan dikenal masyarakat internasional karena hasil riset Pefindo
dikembangkan melalui jaringan S&P.

Di sisi lain, S&P bisa berkontribusi terhadap proses pemeringkatan perusahaan dalam negeri.

Secara korporasi, Pefindo dan S&P telah menjalin kerja sama sejak 1996 dan berniat untuk masuk sebagai pemegang saham sejak lama. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top