Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

E-Trading: Sikapi Euforia Fiscal Cliff dengan Hati-Hati

JAKARTA—Pelaku pasar disarankan untuk tetap berhati-hati menanggapi penguatan kinerja bursa saham Amerika Serikat setelah tercapai kesepakatan antara pemerintah dan parlemen untuk menghindari dampak terburuk fiscal cliff pada awal bulan ini.
- Bisnis.com 18 Januari 2013  |  09:23 WIB

JAKARTA—Pelaku pasar disarankan untuk tetap berhati-hati menanggapi penguatan kinerja bursa saham Amerika Serikat setelah tercapai kesepakatan antara pemerintah dan parlemen untuk menghindari dampak terburuk fiscal cliff pada awal bulan ini.

“Euforia ini harus disikapi dengan hati-hati, mengingat permasalahan fiskal ini belum sepenuhnya selesai,” kata tim riset PT eTrading Securities dalam laporan ekonomi yang diterima Bisnis pada Rabu (16/1) malam.

Setelah Kongres mencapai kata sepakat mengenai undang-undang Pemotongan Pajak pada 1 Januari 2012, indeks saham AS seperti Standard & Poor’s 500, NASDAQ, dan Dow Jones langsung menguat.

Kemudian, bursa-bursa saham Asia menyambut positif kesepakatan dan penguatan bursa AS, terlihat dari kenaikan indeks MSCI Asia Pacific pada 2 Januari 2012 yang mencapai level penutupan tertinggi sejak Agustus 2011.

“Hal ini sebagai reaksi euforia setelah AS berhasil terhindar dari peningkatan pendapatan pajak secara otomatis yang ditakutkan akan mengancam pertumbuhan ekonomi AS,” kata eTrading.

Namun, menurut sekuritas yang bermarkas di Jakarta itu, permasalahan fiskal AS belum selesai mengingat pagu utang telah terlewati dan defisit anggaran yang semakin membengkak karena penundaan penghematan.

Gedung Putih dan Kongres, yang terdiri dari Senat dan House of Representatives, akan kembali ke meja perundingan untuk membahas kemungkinan kenaikan kembali pagu utang dan pemangkasan anggaran.

Kesepakatan pada awal bulan ini juga memutuskan penundaan pemangkasan anggaran yang sedianya akan dilakukan per 1 Januari 2012. Selain itu, total utang AS saat ini telah mencapai US$16,4 triliun, melampaui pagu yang ditetapkan pada 2011, yakni US$16 triliun.

“Isu ini akan menjadi fokus dunia, yang menunggu kesepakatan yang akan terjadi kepada negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu. Setiap kesepakatan yang dihasilkan dapat membawa pengaruh bagi bursa saham di seluruh dunia dan juga Indonesia,” kata eTrading.

Selain itu, eTrading memperingatkan negosiasi pagu utang dan pemangkasan anggaran AS juga dibayangi oleh ancaman penurunan peringkat utang. Fitch Ratings pada 15 Januari 2013 memperingatkan peringkat utang AS di bawah tekanan.

Menurut lembaga pemeringkat utang itu, kegagalan negosiasi fiskal dapat berujung kepada penurunan peringkat. Adapun Moody’s Investor Service telah menyematkan prospek negatif terhadap profil utang yang berperingkat tinggi itu.

Standard & Poor’s bahkan telah lebih dulu menurunkan peringkat utang AS dari ‘AAA’ ke ‘AA+’ pada 5 Agustus 2011. Aksi ini membawa sentimen negatif terhadap bursa AS, Asia, dan bahkan Indonesia pada hari berikutnya.

“Hal ini perlu dicermati oleh para pelaku pasar dalam mengambil keputusan, walaupun kemungkinan dampak yang terjadi hanya bersifat jangka pendek, seperti yang terjadi pada Agustus 2011 yang lalu,” kata eTrading. (spr)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sylviana Pravita RKN

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top