Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BURSA NEGARA BERKEMBANG: Sejumlah Saham Berguguran, Indeks MSCI Turun 0,2%

NEW YORK--Saham-saham negara berkembang berjatuhan dalam satu pekan dan pelemahan nilai tukar setelah Bank Dunia dan Jerman memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi.Saham Tata Motors Ltd tenggelam terbesar sejak 30 Oktober 2012 setelah penjualan Jaguar
News Editor
News Editor - Bisnis.com 17 Januari 2013  |  08:17 WIB

NEW YORK--Saham-saham negara berkembang berjatuhan dalam satu pekan dan pelemahan nilai tukar setelah Bank Dunia dan Jerman memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi.

Saham Tata Motors Ltd tenggelam terbesar sejak 30 Oktober 2012 setelah penjualan Jaguar dan Land Rover turun di bawah perkiraan.

Saham OAO Gazprom dan OAO Novatek, produsen gas alam asal Rusia, turun terbesar dalam 1 bulan, sementara saham operator pelabuhan Brasil LLX Logistica SA anjlok.

Saham Anglo American Platinum Ltd, produsen logam terbesar di Afrika Selatan, merosot karena para pekerja di tiga tambang menolak bekerja.

Indeks MSCI Emerging Markets turun 0,2% ke level 1.071,21 di New York, level terendah penutupan dalam 8 hari.

Bank Dunia sebelumnya memerkirakan pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini hanya tumbuh 2,4%, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 3%. Dipihak lain, Jerman memangkas proyeksi pertumbuha ekonominya menjadi 0,4% dari sebelumnya 1%.

Sementara itu, inflasi di India tergolong sangat tinggi, kondisi untuk stimulus fiskal dan moneter menjadi terbatas.

"Risiko aset di pasar berkembang lebih rentan terhadap ayunan dalam ekonomi global," kata Li Jun, Strategist di Central China Securities Co. seperti dikutip Bloomberg, Kamis (17/1).

"Pertumbuhan yang lamban akan menekan keuntungan perusahaan-perusahaan
di negara berkembang lebih dibandingkan dengan negara maju mengingat
proporsi ekspor di negara meraka," tambahnya. (Bloomberg/if)

--


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswires/Achmad Aris

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top