BURSA AKHIR TAHUN: IHSG Diprediksi Kurang Bertenaga

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada sisa hari perdagangan tahun ini diperkirakan kurang bertenaga akibat sejumlah tekanan eksternal termasuk belum tercapainya penyelesaian fiscal cliff.
Nurul Hidayat | 26 Desember 2012 04:02 WIB

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada sisa hari perdagangan tahun ini diperkirakan kurang bertenaga akibat sejumlah tekanan eksternal termasuk belum tercapainya penyelesaian fiscal cliff.

Analis Trust Securities Reza Priyambada mengatakan selama 3 hari di akhir tahun ini IHSG akan berada pada rentang support 4.185-4.235 dan resisten 4.315-4.365.

“Belum adanya sentimen positif dari masalah jurang fiskal AS dan mulai banyaknya pelaku pasar yang sudah terkonsentrasi untuk menikmati liburan akan menahan IHSG untuk kembali masuk ke tren positifnya jelang akhir tahun,” ujarnya Dia menjelaskan tidak ada santa rally dan agak sulit untuk memaksakan indeks agar dapat mencapai target 4.400-4.500 yang ditetapkan awal tahun ini.

Jika target resisten tersebut berhasil ditembus, tambahnya, pergerakan IHSG cukup positif sepanjang tahun ini dengan kenaikan 12,92% - 14,24% dibandingkan tahun lalu. 

Senada, Analis MNC Securities Edwin Sebayang menyebutkan kebuntuan penyelesaian fiscal cliff dan berkurangnya volume serta nilai perdagangan sekitar 40%-50% dari biasanya akan membatasi kenaikan indeks.

“Maksimal IHSG tertinggi yg bisa tercapai diakhir tahun 2012 dalam range 4320-4390,” katanya.

Dia mejelaskan pekan lalu IHSG telah mengalami penurunan 58,65 poin atau 1,18% akibat isu fiscal cliff dan aksi profit taking. Meskipun demikian, investor asing kembali membukukan beli bersih (net buy) selama 1 minggu Rp512,5 miliar, sehingga selama 15 minggu terakhir net buy asing menjadi Rp3,4 triliun.

Menurutnya, indeks pada perdagangan Rabu (26/12) akan bergerak dengan kisaran 4212-4272.

Sementara itu, Reza menyebutkan IHSG pada Rabu akan berada di kisaran support 4.215-4.243 dan resistance 4.275-4.288. Saham-saham yang perlu dicermati termasuk UNVR, JPFA, SMCB, BMRI, AKRA, BBRI, WIKA, ICBP, dan ACES. (sut)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup