BAKRIE & BROTHER: Pangkas Utang Rp6,3 Triliun Melalui Divestasi

JAKARTA -- Perusahaan investasi PT Bakrie & Brothers Tbk berupaya mengurangi utang Rp6,3 triliun per September melalui penjualan sebagian aset dan imbal hasil investasi. 
Nurul Hidayat | 03 Desember 2012 15:51 WIB

JAKARTA -- Perusahaan investasi PT Bakrie & Brothers Tbk berupaya mengurangi utang Rp6,3 triliun per September melalui penjualan sebagian aset dan imbal hasil investasi. 

Direktur Keuangan Bakrie & Brothers Eddy Soeparno mengatakan akan melakukan divestasi dari sejumlah anak usahanya terutama di bidang pipa, yaitu South East Asia Pipe Industries (SEAPI) dan Bakrie Pipe Industries (BPI). 

"Kami akan divestasi 85%-90% tergantung kepada keinginan calon pembeli. Mereka menghendaki ada bagian yang tetap dipegang Bakrie," ujarnya Senin (3/12). 

Dia menjelaskan fokus penggunaan hasil divestasi itu adalah untuk melunasi utang dan pengembangan usaha. Dia juga berharap akhir tahun proses tersebut bisa selesai. 

Menurutnya, ada 4 investor yang tertarik untuk mengakuisisi perusahaan pipa tersebut. Namun, pihaknya belum dapat mengungkap nilainya karena masih dalam tahap negosiasi. 

Sepanjang 9 bulan pertama tahun ini emiten berkode BNBR itu telah mengurangi utang sebesar 34% dibandingkan Rp9,6 triliun per akhir 2011.Berkaitan dengan penurunan utang per akhir tahun ini, Eddy mengatakan masih ada kelanjutan meski tidak terlalu besar.  "Saya bicara realistis, tidak mungkin penurunan hingga Rp1 triliun lagi."Sementara itu, perusahaan investasi ini juga akan berfokus pada anak usahanya yang tidak tercatat di bursa saham (non-publik) karena prospek kinerja ke depan masih baik.  Terkait kemungkinan penerbitan obligasi untuk melunasi utang, Eddy mengatakan perlu banyak pertimbangan yang menjadi perhatian investor."Perusahaan kami adalah perusahaan investasi yang tidak memiliki operasi jadi ini akan menjadi pertimbangan investor. Mungkin anak usaha kami yang akan menerbitkan obligasi karena EBITDA mereka masih tinggi," tuturnya.

Selain yang bergerak di bidang pipa, sejumlah anak usaha non-publik BNBR termasuk PT Bakrie Tosan Jaya, PT Bakrie Building Industries, dan Bakrie Energy International.Sepanjang 9 bulan pertama tahun ini pendapatan bersih BNBR tercatat naik menjadi Rp13,85 triliun, dibandingkan Rp10,07 triliun pada periode sama tahun lalu.  (if) 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup