Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PREDIKSI IHSG: Net sell asing berkurang, perhatikan SMGR, ASII, & TLKM

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan diprediksi bergerak fluktuatif bergantung pada aksi beli dan sentimen pasar perdagangan hari ini, Kamis 31 Mei 2012.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 31 Mei 2012  |  07:28 WIB

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan diprediksi bergerak fluktuatif bergantung pada aksi beli dan sentimen pasar perdagangan hari ini, Kamis 31 Mei 2012.

 

Head of Research PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menilai indeks akan lebih dipengaruhi oleh regional dibanding sentimen global.

 

Sementara nett sell asing tercatat mencapai angka terendah dalam satu bulan terakhir sejak 4 Mei 2012 lalu.

 

"Nett sell turun drastis menjadi Rp116,4 miliar pada perdagangan kemarin, padahal rata-rata jual bersih asing tersebut mencapat angka Rp493,7 miliar per hari," katanya.

 

Menurut Satrio, rendahnya nett sell bisa disebabkan oleh dua kemungkinan. "Pertama bisa jadi nett sell memang sudah habis, atau ada aksi beli dari pemodal institusi yang masuk," lanjutnya.

 

Ia menduga, aksi beli dengan kode asing yang mulai terjadi pada perdagangan kemarin bisa jadi merupakan intervensi pihak tertentu sebagai usaha untuk menaikan indeks. Terbukti, diantara bursa di Asia lain, penurunan indeks dalam negeri tergolong rendah.

 

"Karena itu harus dicermati apakan aksi beli ini akan terus berlangsung atau tidak. Kalau masih berlangsung, indeks akan menguat. Tapi kalau tidak, bisa jadi terus melemah mengikuti bursa Asia," jelas Satrio. 

 

Angka support berada pada 3890 dan 3825-3850, sementara resistance di rentang 3930 dan 4025-4125. Satrio merekomendasikan saham SMGR, ASII, dan TLKM yang hari ini mencatat performa baik.

 

Indeks turun tipis 0,03% atau 1,14 poin dari 3.919,07 menjadi 3.917,91 pada penutupan kemarin. Sebaliknya, indeks Bisnis27 menguat 2,21 poin atau 0,68% menjadi 327,51.

 

Saham paling anjlok adalah PT Prasidha Aneka Niaga Tbk dengan kode saham PSDN yang turun 55 poin atau 23,91% menjadi 175. Sementara, saham JECC milik PT Jembo Cable Co Tbk mengalami kenaikan signifikan sebesar 490 poin atau 25% menjadi 2.450.

 

Secara keseluruhan, bursa Asia mengalami koreksi. Satrio mencatat penurunan ini dipengaruhi oleh ancaman lembaga pemeringkat Egan-Jones di Amerika untuk menurunkan rating utang Spanyol ketiga kalinya. (10/Bsi)

 

 

BERITA LAINNYA:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Christine Franciska

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top